Featured
Posted in Uncategorized

Asal Muasal Blog Ini

Blog ini adalah blog kedua aku, blog yang terdahulu aku pake Blogspot dan menurutku agak rumit untuk di customize jadi lebih sering ga diurus dan akhirnya  dia sudah “melewati jembatan pelangi” (read: udah kadaluarsa).

Penasaran sama wordpress karena banyak banget orang-orang yang lebih memilih pake wordpress ketimbang Blogspot, dan sejauh ini aku bahagia..iaa..iaa~
Soalnya penggunaanya ga ribet dan punya theme yang bagus-bagus gitu, jadi aku lebih seneng aja. Tapi gatau sih apa kesenangan ini bakal bertahan lama.

Fyi, aku bukan tipikal penulis, tapi tipikal pencerita, mikir karena selalu punya cerita dan gatau mau dibuang kemana karna temen-temen yang lain udah ada kabur semua kalo ngeliat wajahku yang berseri-seri setiap kali punya banyak hal yang mau diceritain dan akika tidak punya “gunggung” yang bersedia untuk diganggu kapanpun dan dimanapun, akhirnya blog ini terbentuk.

Lagian juga kalo dipikir-pikir kalo nulis di blog bisa ngebantu banget kayaknya buat temen-temen yang lain yang butuh informasi (yaaa~ kalo info nya ada di blog itu wkwkwkwk). Ngerasa kebantu gitu sama semua info yang terdapat di blognya temen-temen sesepuh yang sudah bergulat di blog jauh lebih lama daripada aku.

Alasan ini bermula dari kebiasaan aku nyari review di blog orang lain gitu kalo aku butuh sesuatu atau mau nyobain suatu hal, contohnya nyari tempat magang, penasaran sama backpacking, nyobain website baru, cara make cat rambut sendiri karna eke adalah pemula dalam dunia permake-upan, sampe review produk.

Sekalian juga mengisi waktu di dunia yang sekarang semakin dahsyat perubahannya dengan pekerjaan yang amat sangat……….sedikit 😦
Mungkin blog ini bisa jadi tempat latihan akika ngetik 10 jari juga
Semoga… semoga saja… 😀

So I really hope you enjoy this blog, kalo kamu pengen akika ngebahas sesuatu bisa komen di kolom komentar, karna kritik dan saran kalian akan sangat berguna 😀

 

Advertisements
Posted in Dunia Orang Dewasa, Uncategorized, Worklyfe

Liliput Tukang Liput di kumparan.com

DSC04245Haloha!

Lama sudah blog ini enggak disentuh, sekarang saatnya memuntahkan unek-unek yang tentu saja (mungkin) tidak terlalu berfaedah, ya. Jadi, sebelum memulai semuanya, daque mau mohon maaf kalau nantinya readers tak suka atau lelah membacanya.

WhatsApp Image 2018-12-03 at 19.28.40

Baik! Jadi begini kisahnya,

Singkat cerita setelah menjalani masa bertapa (a.k.a pengangguran) di akhir tahun 2016, bebita bekerja di sebuah media televisi swasta nasional yang terkenal dengan program Unyil dan Hitam Putihnya. Kerjanya ngapain? Tentu saja bukan artis FTV, host, atau FD yang sering kamu lihat di layar kaca. Tapi sebagai Production Assistant.

Masih bingung? Gapapa, slow down, nanti aku akan bahas tentang pekerjaanku yang lama di blog lainnya. Soalnya sekarang lagi pengen bahas kerjaan baru yang udah hampir setahun aku gelatin *eh gelutin.

DSC07061

Kantor baru aku ini adalah salah satu platform media kolaboratif atau media berita digital yang dikenal sebagai kumparan.com.

Ninggalin pekerjaan sebagai Production Assistant di Trans 7, sekarang aku jadi tukang jalan-jalan, yaitu Reporter Travel.

WhatsApp Image 2018-12-03 at 19.28.40 (1)

Kenapa liliput? Karena akika memang mungil macam minions. Hanya saja, bentukku masih manusia, bukan kapsul berwajah berwarna kuning menggemaskan yang ngomongnya lucu banget itu. Dan enggak pake jumpsuit, eh pake deh, tapi kaos dalamnya enggak kuning.

Mulai kerja di 15 Januari 2018 lalu, kumparan.com jadi tempat hatiku berlabuh saat ini. Dan kenapa travel? Aku juga kurang tahu kenapa ditempatin ke travel hahaha.

In my sotoy opinion, kayaknya ini berkat postingan traveling sebelumnya di Manado dan kabur ke Bali.

Soalnya, salah seorang bosque keceplosan bilang ‘oh, kamu yang blognya lucu itu,ya!’ gitu, waktu dia berusaha dengan keras mengingat akika reporter (baru) yang mana. Saat itu juga aku mikir, apakah mereka sebenarnya senang? Atau mereka baru sadar kalau akan ada liliput bersuara toa di kantornya?

IMG_5477

Back to laptop, sebenarnya, aku suka jalan-jalan, suka banget malahan. Tapi bukan tipe yang cekrek upload jalan-jalan ke mana dan di mana. Kalau lagi jalan-jalan, aku lebih senang buat ngeliatin orang, dengerin percakapan mereka, makan, atau ngerasain sensasi tidur di tempat itu (iya, tidur).

Secara ya, akika tuh koala, seneng banget bobo. Sayang, tydac semua tempat bisa jadi tempat bobo sodara-sodara! Hasilnya, ya sering kurang tidur waktu lagi jalan-jalan.

Kerja jadi kang liput di kumparan.com itu rasanya macem-macem. Ada senang, sedih, kesal, bahagia, bangga, nano-nano deh pokoknya. Keseruan dari kerjaan baru ini tak lain dan tak buqan adalah jalan-jalan dibayarin buat liputan yeyyeyyey!

20180810_093013

Hasilnya, Instagram penuh dengan stok foto traveling, alam, yang tentu saja berhasil bikin orang lain iri.

Wajar, sebagai kaum penganut prinsip #1 itu pamer, kebiasaan liputan jadi tabokan keras macam air garam ke tengah luka buat orang-orang yang pernah mengecilkan kemampuanku (maaf, tapi namanya juga manusia, tak bisa lepas dari dendam).

Tapi sebagai anak bumi pertiwi yang takut akan Tuhan dan amat sangat percaya karma, akika memutuskan tidak mau membalas dengan membuat orang lain sakit hati. (*alaaah apose aposeeee).

DSC00048

Jadi seorang reporter buat aku awalnya susah, pake banget. Gimana enggak, aku yang kebiasaan nulis di blog cuma pas lagi ada moodnya, ‘dipaksa’ nulis tiga kali sehari kayak minum obat, tentang traveling. Bahkan ke tempat yang aku belum pernah datangi sebelumnya! Goks!!

Padahal aku mesti membuat pembaca seperti ikut serta melihat pemandangan yang aku lihat. Merasakan bagaimana feel yang didapat waktu berkunjung dan apa aja yang bisa aku nikmati saat ada di sana.

Wah, jujur aku speechless dan mendadak bodoh saat itu juga. Iya, mendadak bodoh *ups, bukan saat itu aja sih, sampe sekarang juga masi odoh kok akunya, maapkeun*

Setelah berguru ke sana ke mari, akhirnya ku menemukan formulanya. Ku sangat bahagya saat itu. Ternyata, formulanya berupa ‘Riset adalah Koentji’ bosque.

TBC by Tomy W Utomo9

Jadi sebelum bebita menulis buat para readers, bebita biasanya akan riset tentang daerah wisata yang akan diangkat. Risetnya macem-macem, mulai dari tempat wisatanya, suasanya wisatanya, lokasi, bentuk topografi, kebiasaan penduduk sekitar, sampe yang sepele kayak ada toilet apa engga. Sebagai seorang milenial sejati, aku tahu kamoeh semua senang dengan informasi yang ringan tapi padat, toh.

Itu kalau lagi tugas nulis di kantor. Kalau lagi tugas liputan di luar kota, duh baik-baik aja kerjanya. Mulai dari kelelahan ngikutin itinerary dan rundown acara, tapi mesti menghasilkan foto bagus, sampe masih punya ‘utang’ tulisan!

Iyaaaa, (tidak) enaknya tulisan feature adalah kamu mesti nulis sesuai kuota harian, dan bahannya mesti dicari sendiri. Sulitnya lagi kalau emang tidak ada isu yang bisa ‘ditebengin’ dari news. Jadi agak mesti berpikir keras mau nulis apa hari ini.

Brown Canyon 2

Cuma itu doang? Tentu saja tydac, bapak ibu sekalian! Kalau dapat penugasan ke luar kota, mesti on cam, dikau harus lah cantik paripurna setiap saat! Bagi reporter yang cantik atau memang terbiasa cantik itu mudah, buat aku, it’s a big deal.

Bayangin aja, setelah perjalanan panjang dan melelahkan, kamu masih harus tetap bisa senyum, enggak ngasih lihat ke penonton kalau kamu lagi galau, cape, ngantuk, dan sebagainya. Itu baru satu, belum lagi kamu harus bikin skrip konsep sebelum syuting, ngapalin, dan take footage berkali-kali sampe dapat stok yang cucmey alias bagooos.

Pulangnya, kamu masih harus nulis, bikin skrip editing, ngedit video bareng videografer, preview, publish, dan bikin tulisan lainnya yang enggak ada sangkut pautnya sama liputan kemaren untuk jadi materi pengisi kanal. Wah setrong sekali bukan?

Tapi meski capenya kadang super, bahagianya juga super duper.

WhatsApp Image 2018-12-03 at 19.41.04

Karena setelah jadi reporter, akika bisa banyak ketemu orang baru, kenalan sama orang-orang baru, dengar cerita dari orang baru, bahkan melihat Indonesia sendiri dari sudut pandang baru.

Dari kerjaan yang sekarang, aku bisa bertemu sama idola (hasek ah) yang menjadi inspirasi blog ini, Ariev Rahman dan Trinity yang uwuwuuwu.

Ngeliput mereka dan bertukar cerita sama travel blogger lainnya kayak Kadek Arini, Abex, Barat Daya, Febrian, sama Marischka Prudence di masa kerja yang belum setahun.

Masih ada lagi hotel reviewer, PR atau MARCOMM perusahaan yang nawarin akomodasi traveling, sampe bahkan ketemu menteri perempuan paling kece sepanjang sejarah Susi Pudjiastuti! Asik ga tuh!

HPEH9047 Continue reading “Liliput Tukang Liput di kumparan.com”

Posted in Dunia Orang Dewasa, Kritik Sosial, Uncategorized, Worklyfe

Sexual Harrassment: Dipandang Doang Gak Dipegang ‘Kan Gapapa. HEI, ITU DOSA!

Awalnya enggak pengen sama sekali untuk membahas hal ini, berhubung karena ini terkait hak wanita yang sepertinya tak semua orang bakalan sepaham dan juga karena gerakan #MeToo sudah lewat.
 
Me-Too-Harvey-Weinstein-sexual-harassment-American-news-938x450
 
Ah ya, satu lagi, karena saya bukan siapa-siapa, hanya seorang perempuan petite yang mirip Demi Lovato (ah, sudahlah). Tapi entah kenapa, tangan rasanya gatal mau menulis hal ini, terutama karena saya baru saja mengalami hal yang tidak menyenangkan.
 
Meskipun saya tahu efek negatif dari tulisan ini, saya ingin berbagi dengan kamu para wanita di luar sana.
 
Saya paham betul kenapa ‘korban’ malas untuk mengakui kalau mereka korban. Karena setelah kejadian tersebut, people will start blame you, just likeYou have to wear proper clothes, atau jangan lenjeh kalo ketemu orang,” atau yang paling ngeselin adalah menyalahkan warna kulit atau bentuk tubuh yang dipunya. Eh, lo kira, cewek itu dibuat dari mesin fotokopi, bisa lo custom kertasnya?
 
Atau bisa jadi setelah orang lain membaca kisah ini, dia bisa aja enggak bermaksud (atau mungkin punya maksud) untuk melihat seberapa menariknya si korban. And then, your eyes gonna stare at us, screening our body from up to toe.
 
Ceritanya begini, beberapa hari yang lalu saya dapat tugas ‘kenegaraan’, dari negara kecil yang memberi saya emas dan perak untuk bayar kosan ke Pulau Tidung di Kepulauan Seribu. Karena memang tugas dan saya senang, saya iyakan.
 
Segala sesuatu berjalan dengan baik dan lancar, sampai suatu hari saya pergi ke dermaga untuk mencari footage sekaligus merekam momen untuk kebutuhan vlog. Saat itu, saya hanya berdua dengan seorang teman saya yang sekaligus videografer yang memang di-plot untuk pekerjaan saya di hari tersebut. Karena perjalanan panjang yang melelahkan, akhirnya kita ngaso di pinggir dermaga.
 
Kebetulan saat itu serombongan orang melewati dermaga untuk menuju kapal yang bersandar. Secara saya orang Indonesia dan sedang belajar mempraktikkan norma kesopanan, ya dengan mudahnya saya menyapa rombongan tersebut.
 
Tbh, saya sedang tidak mood dan malas berinteraksi, tapi karena tidak sengaja bertemu mata dengan pria yang berada di barisan terdepan, akhirnya saya senyum sambil nyapa, “Pak,” gitu.
 
Iya, gitu aja. Karena dia memang sudah bapak-bapak, tuwir, dan beruban, meski belum renta-renta banget. Karena disapa, dia juga nyahut, “Eh, saya kira orang bule,” katanya sambil tertawa. Saya yang cuma menganggap itu candaan *peres, akhirnya nanggapin hal itu dengan tertawa lebar.
 
(*Peres adalah slang atau bahasa gaul yang artinya palsu, dibuat-buat, hanya dibuat untuk menyenangkan atau mengambil hati orang lain)
 
Si bapak dan rombongan ternyata ikut tertawa dan secara normalnya menuju ke kapal, sampai akhirnya muncul suara-suara tidak menyenangkan.
 
Mulai dari iseng nanya sambil tertawa dan berteriak dari kejauhan, nawarin duduk di perahu yang sama ke saya, hei, iya, ke saya, padahal seperahu laki-laki semua, sampai mendatangi saya kembali ke tempat saya duduk dan membawa air mineral dalam botol.
 
Coba bayangin aja, saya, perempuan, dipanggil duduk di perahu yang sama dengan mereka, dan mereka manggil dengan nada iseng sambil tertawa dan enggak nawarin ke teman saya padahal teman saya yang ikut menemani saya saat itu adalah laki-laki.
 
“Teh, teteh, sini duduk sini aja teh. Wah, saya kirain orang bule,” kata si bapak berbaju merah itu.
 
Etikanya (*setahu saya, maafkan saya ya kalau salah) kalau ngajak orang ya harus ngajak semua dong, apalagi kalau belum kenal. Dan dia bahkan belum kenalan. Mengajak dengan sopan adalah hal yang penting, meskipun usianya terpaut jauh lebih muda.
 
Tapi, jujur saya tidak tahu dengan etika yang berlaku di bumi yang lain, karena dulu saya diajarinnya begitu.
 
Yang ekstrem adalah waktu si bapak tua itu datang ke saya, nawarin air mineral dengan sedikit maksa walau saya nolak.
 
Karena saya udah ga sreg dengan cara dia memperlakukan saya, dan matanya, kayak mau lepas aja dari itu kelopak.
 
Air minum yang ditawarkan saya tolak secara halus, karena kebetulan tugas kenegaraan saya masih berkaitan dengan masyarakat sana, saya enggak mau citra kantor saya jadi tidak baik.
 
Thank God, saat itu saya bawa minuman yang masih disegel dan ada minuman kemasan lainnya yang saya nikmati. Jadi bisa ngeles waktu nolak ditawarin.
 
Cuma yang bikin kesal adalah karena dia minta saya terima itu minuman yang dia kasih, karena saya enggak mau. Karena saya enggak mau terima, akhirnya dia nawarin minuman tersebut ke temen saya.
 
Secara otomatis ya teman saya menolak. Dasar bapak tua peres, dia malah muji teman saya mirip bule Jepang, padahal teman saya enggak ada ‘jepang-jepangannya’ sama sekali. Perbandingan pujian dia sama kenyataan tuh hampir 1000 persen, makanya saya ngatain dia peres.
 
Muka saya udah tawar, senyum udah enggak bisa dipaksa, rasanya mau nyela itu bapak-bapak saat itu juga, terus buang aja dia ke laut. Apalagi saya waktu itu posisinya ada di dermaga. Tapi demi menjaga nama baik kantor dan supaya ga nambah dosa, saya nyengir kuda, biasa, ilmu peres emang guna kalo di masa begini.
 
Yang paling parah adalah waktu dia ternyata diam-diam foto saya, dan ngezoom ke paha, iya paha, sambil gumam, “Wah, bagus ya.” Saya yang tidak tahu menahu pasang muka masem enggak mau lihat itu tua bangka yang genit.
 
Dan saya baru tahu faktanya setelah diceritain videographer saya waktu si bapak gila itu udah pergi. Wah rasanya pengen marah banget.
 
Sayang, saya tahunya telat. Super duper telat.
Kenapa bisa gitu?
 
Karena waktu saya kekeuh gamau diajak foto sama dia, yes, dia ngajak saya foto juga, dan nanya asal saya dari mana, saya beberin semua.
Saya siapa dan alasan saya ke Tidung adalah buat KERJA.
 
Kerja di event yg menjadikan kantor saya media partner event itu, dan si bapak adalah orang yang menangani konsumsi di acara itu.
 
Dia mendadak diam.
Berkata sewajarnya, kalo butuh konsumsi bisa hubungin dia, lalu pergi.
Apa saya hubungin dia? Oh, tentu TIDAK. Buat apa?
 
Ini memang bukan kali pertama saya dapat ‘masalah’ dengan manusia genit berotak pendek macam ini. Tapi tetap saja, toh, saya manusia, saya enggak bisa maklum dengan hal ini.
 
Masih di tempat yang sama, Pulau Tidung, besoknya saya ‘kena’ lagi.
Kali ini bukan satu orang, tapi satu rombongan, pria, masih muda, belum kakek-kakek seperti kemarinnya.
 
Sore itu, saya dan tim (yes, tim, kita ada empat orang dan saya, wanita, sendirian) sedang jalan kaki menuju jembatan cinta. Saya dengan baju kaos bertuliskan nama kantor dan celana pendek berjalan dengan teman-teman yang lain sambil bercerita satu dengan yang lain.
 
image_6483441
 
Firasat saya sebenarnya sudah tidak nyaman begitu berpapasan dengan mereka, tapi saya tak acuh dan jalan lurus tanpa lihat kiri-kanan, meski ekor mata saya lihat mata mereka yang ‘hampir lepas’ dari tempatnya itu.
Saya pikir hanya saya yang tahu. Ternyata tidak.
 
Tak sampai selang lima detik dari berlalunya mereka, teman saya nyeletuk, “Gila lin, lo diliatin segitunya banget. Itu matanya sebegitunya.” Saya cuma bisa jawab, “Udah sering mas, tuh si Tomi (menyebut nama videographer saya) kemarin lihat aku digenitin juga.”
 
Teman saya tetap menggumam karena tidak percaya bisa melihat kejadian seperti itu, ditambah lagi terlihat di depan matanya sendiri dan terjadi pada setimnya. Ah ya satu lagi karena terjadi ketika saya sedang bersama mereka.
 
Saya posting ini bukan apa-apa, bukan mau menyalahkan atau mau jadi ‘pahlawan kesiangan’ bela hak wanita karena sexual harassment.
 
Maksud saya adalah pakaian bukan jadi masalah utama, tapi otak, pola pikir, dan sopan santun.
 
So stop blaming women for sexual harassment, some of us are just victims. Dan buat anda yang mikir boleh dipandang asal jangan dipegang.
Hey, itu tetap dosa.
 
Pikir lagi sendiri pake logika kalau punya saudara, kakak, adik, ibu, keponakan, bahkan anak perempuan kamu jika diperlakukan sama.
Supaya kamu ingat, hidupmu bukan cuma milikmu sendiri.
 
Ah ya, bagi kamu yang masih penasaran seberapa pendek celana yang saya pakai, saya lampirin tuh fotonya, biar jangan suka ngeres.
 
WhatsApp Image 2018-05-23 at 16.16.39
 
Ciao  Adios!

Posted in Dunia Orang Dewasa, Uncategorized

PANGGIL PULANG 2017, JEMPUT 2018!

Bello! SELAMAT TAHUN BARU READERS!

Sudah setahun berlalu 2017, sudah setahun blog ini tak tersentuh, udah debuan mungkin. Semoga belum lapuk *usap-usap debu di blog*

Buat readers yang setia menanti blog ini, makasih yaa, akhirnya author bisa posting lagi. Buat readers yang nyasar kesini entah karena alasan apapun seperti kepo, ga sengaja, atau apapun namanya, silahkan menikmati jamuan ini, dan semoga terhibur.

Pertama, ane mau minta maaf sudah mengabaikan para readers dengan harapan palsu tentang cerita magang part II yang belom rampung, padahal ane bahkan sudah kerja, dan menjelang pindah tempat kerja. Itu semua murni ketidaksengajaan yang hakiki karena ane sedang menjajaki hal yang amat sangat baru dalam kehidupan ane yang fana ini

Kedua, tahun ini ane beresolusi untuk lebih aktif di blog ini, karena ternyata beberapa artikel yang di post sebelumnya memberikan readers manfaat *yeaaayy!! Aku happy!* Mungkin manfaatnya masih dikit, tapi aku terharu :’)

Makasih readers yang hubungin aku lewat email, sebisa mungkin aku bales, maafkan kalo kadang slowrespons, karena emailnya jarang dibuka beberapa waktu lalu, dan aku pikir blognya ga dibaca juga, jadi aku santai aja. Berhubung karena blog ini juga sebenernya dibuat hanya untuk konsumsi pribadi dan yes, jadi tempat curhat aja

Ketiga, tahun 2017 dibuka dan ditutup tanpa ada jalan-jalan, jadi buat yang mengharapkan cerita jalan-jalan dari tahun 2017, sungguh seribu maaf, tapi aku tidak ada jalan-jalan. Semoga 2018 jadi tahun yang luar biasa buat semua readers dan juga ane.

365 HARI di tahun 2017 ternyata sudah dilewatkan, 365 hari yang kalo dirata-ratain rasanya kurang lebih kayak nano-nano ternyata tanpa sadar sudah berlalu. Mungkin ada kita yang melewatinya dengan bahagia, karena 2017 penuh dengan kebahagiaan, pencapaian, keberhasilan, semoga 2018 kamu jadi lebih baik dengan pencapaian dan kebahagiaan yang lebih baik lagi. Buat kamu yang merasa 2017 berjalan standar aja, biasa aja, semoga 2018 kamu penuh dengan kejutan yang menyenangkan dan kebahagiaan, sedikit senam jantung baik kok untuk tubuh 😉

Dan buat kita, kamu, aku yang merasakan tertatihnya 2017, hari-hari yang berat di sepanjang 2017, setiap hal yang tidak diduga, dan “kejutan-kejutan mesra” di sepanjang tahun, semoga 2018 menjadi tahun yang baik bagi kita, kehidupan yang lebih baik, dan yes pencapaian yang lebih dari sebelumnya, hidup yang lebih seimbang mungkin haha..

Menjelang 2018, author pernah mikir gitu yah (selama ini mikirnya jarang soalnya), kok bisa dilewatin yaah 365 hari yang rasanya macem-macem itu, kok bisa ya ngejalanin kehidupan orang dewasa yang jujur aku takutin dari dulu. Bukan karena mesti hidup sama orangtua, karena ane udah misah dari SMA buat ngekos, tapi lebih kayak “kok bisa ya ngejalanin keidupan yang baru, status baru, menghidupi diri sendiri di tengah kota Jakarta yang keras dan penuh tantangan ini (author udah ga pengangguran kebetulan di 2017, next blog aku bakal cerita juga tentang yang ini), ngejalanin hari demi hari dengan permasalahan yang beda-beda, setiap hari punya cerita berbeda, kegalauan yang berbeda, dan ya sikap yang berbeda.

Banyak hal yang author pelajarin di 2017, banyak hal yang dirasain di 2017, dan aku percaya kamu juga. Ane pernah sampe di titik paling down dalam kehidupan fana 22 tahun, titik dimana ane gatau siapa yang harus ane percaya, apa hal yang paling benar untuk dilakukan, karena hal yang kita anggap benar belom tentu benar bagi orang lain. Dan mungkin setiap kali kita berusaha untuk memperbaiki kesalahan, sometimes we just messed things up, or sometimes we don’t, we’re just not enough to be “loveable” person.

Di titik itu, ane dengar analogi dari salah satu acara yang ane datangin yang kurang lebih bunyinya begini, “Life is like Tug of War. We try so hard to pull the rope, anything that we think is our favor, perhaps relationship, career, jobs, wealth, or anything. We’re working so hard, because we know it’s our responsible or we deserve it and we’re dragged to another direction. We try so hard, but we just bleed, we cry, and when we pull it harder, our palms getting hurt. And in one point, we have to let the rope (because of our mind told we so, or because of destiny forced us to do so) cure our palms, stand and we can start to find a better one. We will find our self like a loser for the first time, but when we get better, we realize that was best decision!”. (*sok wise lo thor! *ditabok bata sama readers)

Author lagi sehat nih makanya agak “sehat” omongannya, dan itu analoginya author denger, bukan dibikin loh yaaa, cuma di ane sih ngena banget, semoga kamu juga yaaa :3

Author pasti tidak tahu menahu kesulitan yang kamu hadapin, Author belom tentu bisa going through it, bahkan belom tentu bisa memahami kesulitan kamu, karena kita semua disiapkan untuk pertempuran yang berbeda. Kita semua diciptakan berbeda, kelebihan yang berbeda, kekuatan yang berbeda, keunikan yang berbeda, bahkan kekurangan yang berbeda.

Tapi semoga author dan readers bisa sama-sama belajar dari 2017 yang udah dipanggil pulang sama kalender diatas meja untuk diganti sama 2018, si anak baru yang penuh harap akan disenangi oleh semua orang dan penuh harap jadi tahun yang akan dikenang oleh semua orang, sampai pada hari ke-365 semua orang akan menoleh ke belakang dan mendapati seperti apa kita, mereka, di 365 hari sebelumnya, dan berteriak, hitung mundur untuk panggil pulang 2018 dan jemput 2019.

8ac4c6ac07e775ee92e7b6e1cd902fef

Posted in Dunia Orang Dewasa, Trip and Vacation, Uncategorized

Kabur ke Bali!

Engga ada orang yang engga kenal Bali, Indonesia.

Kenapa kabur? Karena memang ane pengen kabur dari segala yang berbau hal orang dewasa dulu kayak pekerjaan (sekarang ane sedang jadi jobseeker, setingkat dengan pengangguran, hanya saja punya nama yang lebih trendi), dan kabur dari pertanyaan “Mana pendamping wisudanya?” lalu “habis dari sini mau lanjut kemana?” yang akan berubah kepada pertanyaan yang lebih seram lagi “udah dapet kerja?”, trus akan dilanjutkan lagi dengan “yakin mau kerja itu? gamau lanjut aja keburu males belajar”, dan akan diakhiri dengan “Kapan mau nikah?”

Jadi sebelum dinikahkan tanpa punya pasangan karena mesti menampik pertanyaan diatas, sekaligus menghilangkan stres menuju masa wisuda, akhirnya ane dan emak dan bapak kabur ke Bali!

Pulau Dewata ini memang seakan punya daya tarik yang luar biasa buat “tukang piknik” dalam dan luar negeri. Bahkan ada “tukang piknik” luar negeri yang lebih kenal Bali daripada Indonesia. Dan untuk membuktikan bagaimana Bali itu seutuhnya, akhirnya seorang laki-laki bertubuh besar, dengan kulit hitam karena sengatan matahari, wajah berkumis mirip gangster yang kami biasa panggil sebagai bapak ambil keputusan untuk menjelajah Bali dan segala isinya bareng sama ibu dan aku. Katanya sih sekalian merayakan kelulusanku dari DIII Manajemennya Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro bulan Oktober 2016 kemaren.

20161026_1136141

Karena pekerjaan orangtuaku yang wirausaha dan gabisa ninggalin pekerjaan lama-lama akhirnya kami memutuskan untuk langsung berangkat setelah wisuda selesai. Jadi wisudanya itu tanggal 25 dan 26 Oktober dan kami langsung cauw tanggal 27 nya. Dan sebenernya karena acara “main” ini mendadak jadi kami pun berangkat rada-rada ala backpacker atas usul bapak, contohnya kayak pake perjalanan darat dan ga banyak bawa barang. Tapi yaaa akhirnya, engga juga, mana ada orangtua yang tahan jalan ala backpacker yakannn wkwkwkkwkw….

Baiklah mari kita mulai, sebelum berangkat kami udah survey harga tiket kereta dan bis sama ongkos transportasi lainnya, dan akhirnya memutuskan untuk naik bis aja. Tanggal 27 siang kami berangkat ke Terminal Banyumanik, Semarang untuk beli tiket bis. Bis yang kami pakai itu namanya Pahala Kencana, harga tiketnya 275 rb/orang, sudah termasuk makan malam dan penyeberangan. Kita tinggal terima bersih aja. Bisnya bagus, bersih, disediain selimut dan bantal juga, dan kursinya agak lega, cuma aku kurang seneng pake selimut bersama, jadi selimutnya cuma aku pake buat kaki aja, buat nutupin tangan sampe kepala aku pake scarf sendiri aja.

Oh iya, buat yang masih newbie di Semarang dan gatau cara ke Terminal Banyumanik, silahkan naik angkot jurusan Java Mall dari daerah Simpang Lima atau Wonderia trus ganti ke angkot jurusan Banyumanik, dan turun di Terminal Banyumanik.

Banyak juga sih selain Pahala Kencana yang menyediakan trayek Semarang-Bali, tergantung preferensi kalian masing-masing aja.

Berangkat dari Terminal Banyumanik sekitar jam 12.30 siang naik shuttle bus ke daerah Semarang Bawah kalo ga salah daerah Siliwangi, nunggu lagi sampai semua penumpang dateng, trus berangkat sekitar jam 2 siang. Perjalanan sekitar 20 jam dan berhenti di beberapa tempat yang ane ga inget lagi namanya berhubung sudah lupa, dan yaaa tidur di perjalanan (Maafkan daku : ( … )

Sepanjang perjalanan mulai dari Semarang sampai daerah Jawa Timur semuanya fine-fine aja, sampe pada akhirnya bapak supirnya dihinggapi rasa kantuk. Aku lupa itu jam berapa, mungkin setengah 3 pagi, dan daerah mana, berhubung sudah tengah malam menjelang subuh dan gelap banget, jalanannya sepi dan gada pertokoan atau rumah warga, bapak supirnya jalan ngebut bahkan ga ngerem waktu mau belok, kalo aku pribadi sih gapapa, asalkan memang dia sudah terbiasa dan semuanya fine, it’s ok. Tapi yang terjadi adalah dia gatau atau mungkin ga lihat kalo ada lobang besar di dekat belokan itu, jadilah bus kami nabrak lubang, penumpang terhentam di kursinya masing-masing, barang-barang jatuh berhamburan dari atas, bis oleng ke kiri dan sisi kanan bis mulai tidak menapak tanah, bis kami joget wakk, dan tidak seimbang.

Kebetulan aku duduk di sebelah kanan bis, iya yang lagi naik dan tidak menapak tanah itu, spontan aku langsung memberatkan diriku dan nempel ke dinding bis sebelah kanan, berharap hal itu bisa membantu. Bis masih berjalan dengan santainya, iya sambil miring, dan baru kali itu aku naik bis yang kayak gitu sampai di jalanan yang rada sepi lagi dan rata, lalu berhenti. Bisnya pun jadi seimbang lagi setelah sisi kanannya itu turun sampe bannya menginjak tanah. Setelah bis dirasa pak Pir (panggilan pak Supir) dirasa seimbang dan ready to go, akhirnya perjalanan pun dilanjutkan. Bapak yang ternyata udah nyium gelagat ga enak nya pak Pir udah ambil posisi nemenin Pak Pir didepan sambil ngerokok cuma ketawa aja ngeliat Pak Pir trus mereka saling ketawa-ketawa (ya, sama, saya juga heran kok, kenapa mengantuk bisa jadi bahan candaan dan pencipta keakraban).

20161028_0338301

Sampai di Pelabuhan daerah Banyuwangi, penumpang diturunkan untuk istirahat atau kamar mandi, nah naik deh ke kapal feri buat nyebrang ke Gilimanuk, Bali. Penyeberangan sekitar 1 jam, trus naik bis lagi menuju terminal bis Ubung di Denpasar, sampai sekitar jam 11 siang.

Kebetulan kita punya saudara yang memang domisili di Bali, dan dia yang jemput kita dari terminal, nganter kita jalan-jalan, sekalian nyediain penginapan. Murah kannn wkwkwkk….

Destinasi pertama kita di tanggal 28, hari pertama kita di Bali adalah Pantai Sanur, salah satu pantai yang dikenal sebagai pantai yang sepi dan asik buat berjemur tanpa banyak orang yang hilir mudik. Kalau kamu butuh tempat istirahat untuk diri sendiri, Sanur bisa jadi pilihan.20161028_154704_pano120161028_154544_pano1

Abis dari Sanur, kita cus ngejar sunset di Pantai Kuta yang katanya keren banget itu, tapi sayang seribu sayang, ketutup kabut, jadi kurang bersinar aja mataharinya…

20161028_182034_pano120161028_181634120161028_1818251

Besoknya, kita pergi main ke  Taman Penyu Bulih Bali di Tanjung Benoa, yang dikenal sebagai tempat penangkaran Penyu disana. Untuk sewa boat kemaren kita habis sekitar 400 atau 600 rb gitu karena ga pake pesen online, dan cuma 4 orang, ditambah lagi masi minim info gitu, jadi dapetnya mahal. Kalo menurut berita yang beredar, 1 boat bisa cuma 350 rb kalo dipesen online dan bisa diisi sampe 10 orang. Untuk tiket masuknya 10 rb per orang untuk domestik dewasa, dan 20 rb per orang untuk asing dewasa.

20161029_0935471
Ini nih foto yang diambil bapak sepanjang perjalanan menuju Taman Penyu

20161029_0936481
Biar kerasa candid katanyaa..

20161029_1124351
Walk of Fame

Di Taman Penyu ini kita bisa nemuin macem-macem satwa, bukan cuma penyu doang, ntar ada guidenya yang nemenin kalian sekaligus bantuin fotoin yang pasti. Penyunya ada dari yang ukuran kecil sampe yang tua, jenisnya juga macem-macem, ntar guidenya juga jelasin tentang satwa yang ada disana sekalian kita juga bisa ngasih makan rumput laut ke penyunya. Selain penyu ada kelelawar, burung hantu, ular, kadal, dan macem-macem yang lain.

20161029_0958411

Kalo laper atau haus, kamu juga bisa beli makanan, cemilan, atau minuman di booth yang tersedia di Taman Penyu, bukan cuma buat perut, tapi juga ada yang jualan baju, kain, dan souvenir khas Bali kayak aksesoris dari Perak sama hiasan-hiasan lucu. Oh iya, ada juga booth yang menyediakan lukis tato temporer, yaaa lumayanlah buat seru-seruan, tatonya bakal ilang sekitar 2 minggu gitu, untuk harganya sih tergantung besaran tato, kalo punya kita kemaren sih sekitar 50rb per tato, lumayan mendobrak isi dompet sekaligus mendobrak ke-koservatif-an bapak saya yang berwajah gangster tapi tak punya tato hahahha.

20161029_105257120161029_1026411

Begitu puas jalan-jalan kita nyebrang lagi ke tempat asal dan jalan ke Pantai Nusa Dua yang kece dan penuh sesak bule-bule berduit.

20161029_115117_pano1

20161029_125728120161029_1238551

Masih kuat setelah keliling-keliling Nusa Dua, kita lanjut lagi ke Garuda Wisnu Kencana atau yang lebih asik dinamai GWK. Ikon hitsnya Bali. Tiket masuknya kalo ga salah sekitar 30 rb per orang untuk orang dewasa (domestik), dan disepanjang jalan bertaburlah booth yang ngejual baju khas bali dan aneka souvenir Bali.

20161029_1610361

Bapak yang orangnya kadang suka iseng beli 1 set, 1 set pemirsah pakaian Bali, bukan sepotong, dan itu bikin dia keliatan kayak orang Bali asli. 1 set itu terdiri dari baju, sarung, penutup kepala, sarung bali, dan kain ikat buat di pinggang. Ditambah kacamata item, banyak orang yang akhirnya ngirain dia itu guide kita wkwkwkkwkk..

20161029_1542021

20161029_164825120161029_1647361

Di GWK ada studio foto yang memfasilitasi pengunjung kalo mau foto ala-ala Bali, dan isengnya orang tuaku, mereka ikutan foto ala-ala pake pakaian Bali, dan backgroundnya juga di set pake tempat wisata di Bali.

Untuk harga, ane udah ga inget lagi, cuma ada satu hal yang paling ane inget tuh ya gan, jadi pas mau foto kan ane bareng emaknya ane, manggilnya ibu nih yaa, mau fitting baju yang bakal dipake buat sesi pemotretan (ceileeehh sesi pemotretan, berasa artis yakaaann ), trus ane ngikut dibelakang, si mba nya yang mau bantuin fitting malah bingung, karena kita bilang ini sesi foto berdua tapi dia liat guide kita (Bapak ane) malah masuk ke kamar fitting pria. Jadi dia beneran mikir itu guide bukan Bapak ane ahhahah..
Setelah kita ceritain akhirnya si mbanya ngerti dan bantuin fitting, setelah itu… cekrek.. cekrek.. cekreekk…

img_0627

Berhubung kelar dari GWK udah keburu malem, akhirnya kita memutuskan untuk jalan-jalan di Legian Street, Kuta, trus singgah di Monumen Bom Bali II yang menewaskan banyak orang lalu balik ke penginapan.

20161029_2114511
Maafkan kekucelan saya 😦

Pagi jam 08.00 WITA kita udah langsung cus berangkat menuju destinasi pertama hari itu yang ane lupa namanya apa, trus bakal dilanjut ke Danau Beratan dan Danau Bedugul yang terkenal dengan duit 50.000. Sesuatu yang aku lupa namanya itu isinya adalah kompleks candi gitu yang dihiasi taman-taman dan pohon-pohon gitu, sejuk, adem, lingkungannya, tapi kita ga bisa lama di tempat ini, karena kalo udah agak siang jadi panas banget.

20161030_105120120161030_1022391

Keburu kesiangan panas banget, akhirnya kita langsung lanjut ke Danau Beratan, hawanya adem banget karena letaknya agak ke puncak gitu. Sepi banget, padahal danaunya bagus, gatau deh apa yang bikin danau ini jadi sepi banget, pengunjungnya terhitung banget pake jari. Karena tempatnya cozy akhirnya kita memutuskan buat makan siang disana dan lansung cau ke Danau Bedugul kelar makan siang.

20161030_1246351
Ya, ane yang paling kecil, makanya di tengah

 

Danau Bedugul ini terkenal karena dijadikan gambar dalam uang 50.000, dateng ke Bali ga lengkap kalo ga singgah disini. Pengunjungnya rameeeeeee pake banget, dalam dan luar negeri, amat sangat berbanding terbalik dengan saudaranya Danau Beratan. Kita jalan sampe cape yaaa agan-agan, dan berhubung jalannya sama ibu bapak, ringan di dompet, berat di hati, karena mereka suka punya selera yang beda daaaan suka berantem gitu. Akhirnya jadi ngerasa kalo ternyata setelah kita rada tua kita jadi balik ke kanak-kanak. Berapa kali gitu ane jadi penengah mereka cuma gara-gara si ibu maunya difoto dulu si bapak maunya langsung balik, kejadian kecil yang bisa bikin mereka ribut. Untung ributnya ribut kecil, kalo engga, habislah aku… hahahah

20161030_133938120161030_1403461

Kelar main di Danau Beratan Bedugul, quality time bareng ortu dilanjut lagi nih ke Tanah Lot, soalnya mau menikmati sunset yang jempolan di Pulau Dewata ini. Perjalanan terhitung mulus, lancar, macetnya ga seberapa lah ya dibandingkan dengan Jakarta. Itupun kalo lagi macet, seringnya sih engga 😀
Masuknya kalo ga salah sekitar 10 rb per orang, dan puas banget main di pantai! Mau mandi, berjemur, foto-foto, atau cuma liat sunset doang, terserah agan aja, ombaknya yang kenceng dan lumayan tinggi emang keren banget buat agan yang mau surfing tapi ga berani hehehe..

20161030_182658_pano120161030_181911_pano1

Sekitar jam setengah 7, karena udah gelap banget kita akhirnya pulang. Awalnya mau sekalian nonton Tari Kecak sih, tapi berhubung karena uang masuk nontonnya 50 rb, dan baru mulai jam 8 akhirnya kita ga jadi nonton dan prefer buat balik penginapan karena takut kemaleman di jalan dan kurang istirahat.

Sampai di penginapan kita istirahat buat ngumpulin energi buat jalan lagi besoknya, berhubung besoknya itu hari terakhir kita di Bali dan lusanya kita bakal berangkat ke Depok. Dan ibu sama bapak bakal berangkat dari Bandara Halim Perdanakusuma tanggal 2 November 2016 ke Medan, balik ke rumah. Soalnya seperti diceritain diawal yaa gengs, rumah ga bisa ditinggalin lama-lama, ditambah lagi adek aku yang kecil tapi badannya besar udah suka telpan telpon nanyain kapan pulang, jadi yaudin deh, mau tidak mau mesti pulang cepet.

Hari terakhir di Bali kita pake buat keliling Ubud, Pemandian di Tampaksiring, terus Tegalalang karena bapak pengen liat padi yang ditanam sistem Terasering, dan hunting oleh-oleh di Erlangga

 

20161031_111414[1].jpg
Hunting souvenir lucu lucu di Ubud
20161031_1113581

20161031_1408451
Tirta Empul Tampaksiring

20161031_1409541

20161031_1435181
Berhubung aku sama ibuku lagi dapet, jadi kami gabisa ke pemandiannya, jadinya cuma ngasi makan ikan

Kebetulan akika gada foto waktu beli olah-oleh di Erlangga, jadi sekian dulu curhatan jejalan Bali hari ini, see you in another interesting story yaaaa readers!

Posted in Dunia Orang Dewasa, Uncategorized

Making (Foreign) Friends!

Percaya atau engga, orang Indonesia umumnya seneng banget temenan sama orang asing. Mungkin ga berlaku di kamu, tapi di aku sih iya hahha. Jadi ini lebih kayak curhatan pribadi sih. Motif bertemannya sih macam-macam, ada yang sekedar berteman buat belajar bahasa asing, ada yang cuma buat candaan doang biar bisa pamer ke temen-temen, ada yang buat belajar budaya, buat nyari temen karna keperluan exchange, dan ada juga yang buat nyari jodoh (trust me, that reason’s exist!)

Personally sih aku seneng nyari temen dari luar negeri karena yang pasti jarang banget dari mereka yang bisa bahasa Indonesia tapi fasih bahasa Inggris jadi aku punya partner buat Languange Exchange. Kita masing-masing belajar bahasa, misalnya aku temenan sama orang Jepang, aku belajar bahasa Jepang sama dia dengan bahasa perantara bahasa Inggris. kan jadi tambah fasih tuh bahasa Inggrisnya. Selain buat Languange Exchange, aku seneng kalo seandainya kalau diantara mereka ada yang dateng ke Indonesia, trus ane jadi guide-guide gituuu hahah…
Nah yang terakhir adalah cari jodoh, sumpah, saya jujur, dan ini semua adalah hasil ajaran yang secara tidak langsung ane dapatkan ketika terlalu amat sering muter lagu Westlife semasa kecil. Ane juga salah satu korban patah hati waktu Westlife duet sama Sherina, percaya deh. Dan impian itu masih berlangsung sampai saat ini. Meskipun itu bukan tujuan no. 1 ane sih gan dalam nyari temen dari negara lain a.k.a bule.

Buat kamu kamu para readers yang tidak sengaja kesasar di blog ini, Selamat! Anda akan mendapatkan pencerahan yang ga gitu cerah dari saya. Di postingan kali ini, ane mau kenalin kalian sama situs pertemanan luar negeri yang bisa mewadahi hasrat kalian buat cari temen luar negeri atau yang biasa disebut bule yang udah pernah atau masih aku pake sampai saat ini.

n4cyrpyackxg2zz2k4og_400x400

Yang pertama kali aku pake adalah Interpals, aku udah pake situs ini hampir lebih dari setahun, ya karena emang worth it banget buat nyari temen yang bukan ecek-ecek, alias yang bagus. Karena kamu bisa tentuin siapa aja dan dari negara apa aja yang agan perbolehkan buat menemukan kalian di situs ini. Dan agan ga mesti berteman terlebih dulu buat kirim message. Jadi bisa meminimalisir hal yang tidak-tidak. Sejauh ini sih aku ga pernah dapet message yang isinya aneh-aneh atau ga senonoh, palingan yaaa kalian semua tau yaa yang namanya Scammer itu biasanya copy paste message atau memuji secara berlebihan. Kalo kamu menemukan message yang kurang berkenan atau orang yang “Engga banget”, situs ini memberikan fitur block, jadi mereka ga akan bisa menemukan agan sista dan brotha yang cantik dan ganteng lagi.

Kalo penasaran kalian bisa akses di situs interpalsnya langsung. Yang harus kamu lakukan pertama kali adalah kunjungi situsnya, bikin account, dan pasang foto profil kamu. Selanjutnya yaaa kamu isi semua kolom yang tertera di profile kamu kayak native kamu apa, bisa bahasa apa, mau belajar bahasa apa, lokasi kamu dimana, brief description tentang kamu, terus kamu looking for apa (networking, relationship, languange exchange, snail mail, dsb). Buat kamu yang mencantumkan looking for relationship, diharapkan berhati-hati, karena kemungkinan akun kamu bisa dibanjiri pesan yang ga banget kayak misalnya pujian berlebihan terus minta skype dsb. Tapi tenang aja, ada fitur settings yang bisa ngebuat kamu mengatur ulang semua yang ada di profile dan meminimalisir semua kemungkinan terburuk yang bakal terjadi.

Dari Interpals sendiri aku punya beberapa temen yang asik jadi temen sharing dan umumnya mereka usia anak kuliahan gitu meskipun ada yang berumur juga diantaranya. Kalo aku sih ga terlalu peduli usia buat bergaul asal asik buat ngomong dan emang obrolan kita jadi ada manfaatnya yaaa it’s ok. Bukan cuma didunia maya, aku juga udah pernah ketemu beberapa dari mereka pas emang mereka lagi di Indonesia. Misalnya Christelle dari Prancis yang lagi ada keperluan volunteering di Semarang di tahun 2016, trus Shingo WNA Jepang yang kebetulan lagi kerja di Jakarta (itu juga tahun 2016), dan Annatoly yang adalah backpacker sejati asal Rusia. Kabarnya sih bapak ini pernah numpang truk lokal pengantar barang gitu kalo ga salah dari Padang sampe Jakarta, atau sebaliknya, ane lupa deh detil ceritanya (maapkeun yaa readers… 😥  )

P.s. Kebetulan durasi volunteer Christ agak lama, jadi sebenernya kita punya banyak foto bareng. Dan ya, wajah dia Asia banget karna emang orangtuanya adalah Vietnamese, tapi dia memang lahir dan besar di Prancis. Dia agak iteman selama di Semarang, karena katanya sinar matahari Semarang itu wauw sekali…

P.s. Ini bapak Annatoly dari Rusia yang hampir fasih bahasa Indonesia dan bahkan ngerti sedikit bahasa Jawa. Dia pernah ke Bangka Belitung karena seneng sama film Laskar Pelangi. Kita ketemu di salah satu cafe pancake durian kesukaan dia di Semarang dan liat betapa happynya dia ga beda sama kita yang masih muda dan unyu 😀

Sebenernya ada satu lagi foto bareng si Shingo tapi sayangnya fotonya kehapus waktu SD Card ku terformat dengan amat sangat terhormat hft…

Mereka adalah temen yang sempet ketemu sama aku di Indonesia dan amat sangat welcome dengan orang Indonesia, dan ketiganya emang lagi belajar bahasa Indonesia karena kebutuhan masing-masing. Sebenernya aku punya banyak lagi temen Interpals dan ga semua hubungan berakhir dengan mulus, ada yang hilang kontak di tengah jalan, ada yang disuruh cewenya buat mutusin hubungan pertemanan (cewenya orang Indonesia bokk, mungkin cerumbu menguras hati yaaa) dan ada juga yang ga jelas, jadi dia nya ngomong apa, kita ngomong apa, belajar bahasa Inggrisnya jadi amat sangat susahhh dan hobinya telponin orang mulu kapanpun, dimanapun, kann terganggu yaa, dan pada akhirnya harus saya block saudara-saudari.

Selain Interpals, aku juga pernah pake apps HelloTalk dari hp android, kamu bisa download di Appstore kokk, dan cara menggunakannya hampir sama, bikin account kayak Line atau messenger sejenisnya terus pilih mau belajar bahasa apa dan native kamu apa, dan apps itu bakal suggest orang-orang yang capable untuk kebutuhan kamu itu.

img_0367-e1433838068507

Apps ini sih bagus menurut aku, karna amat sangat membantu untuk Languange Exchange karena ada fitur semacam voice note gitu yang bisa bantu kita melakukan pelafalan sama correcting text gitu, jadi kalo semisal kita salah nulis kalimat nih dalam bahasa asing, temen kita itu bisa ngoreksi kesalahan kalimat kita dimana.

Jaman dulu, pas awal pake HelloTalk ini bisa di custom gitu kapanpun mau belajar bahasa apa, tapi kalo sekarang cuma bisa pilih 1 bahasa aja, mesti jadi premium dulu  baru bisa lebih dari 1 bahasa. Makanya dulu aku bisa dapet beberapa temen yang asal negara dan native languange nya beda.

Tinggal pilih aja yang semau kamu dan sesuai sama style nya kamu, trus bikin caption di bio kamu se”unch” mungkin supaya menarik trus mulailah memberanikan diri bercakap-cakap.

Sekedar saran doang sih, kalo mau dipake yaaaa alhamdulilaaah, kalo engga ya gapapa, adek udah biasa digituin juga (*lah malah curhat). Jadi kalo mau memulai kenalan, asik ye bahasanya, usahain kamu udah ngecek profile orang yang kamu ajak kenalan, jadi bisa tahu nih topik apa yg enak buat dibahas bareng dan bisa nyambung. Hindarin yang namanya, “Hai!”, “Salam Kenal”, atau kasi tau nama sama asal negara, helloww guys, mereka pasti bakal visit profile kamu kalo mereka tertarik dan nama dan negara agan akan terpampang dengan jelas dan mentereng di profile Agan, jadi mending langsung bahas tentang topik yg kamu pengen tahu dari orang yg mau diajak kenalan, atau topik yg kamu berdua suka, siapa tau Agan berjodoh, boleh loh share ke adek kaloo ada yg cinlok lewat HelloTalk atau Interpals, cinta kadang kan ga mandang negara (*mendadak readersnya bubar jalan).

Aku pribadi nemu 3 orang yang asik dari HelloTalk, 1 dari Korea, 1 dari Denmark (kalau tak salah, suka lupa cuma ingetnya native dia Jerman ajah, maapin yaa Ane palupi), 1 lagi dari Belanda. Yang dari Korea udah ilang entah kemana, udah lupa Linenya ntahlah sudah ketiban sama account online shop kayaknya, yang Denmark udah pernah ketemu dan we really have such a “Weird” story. Long long ago sebelum kenal di HelloTalk ternyata dia udah pernah main ke Indonesia, dan sempet tinggal di daerah deket rumah Ane, pernah papasan juga tp ga saling kenal, sampe akhirnya ketemu di HelloTalk, trus cerita-cerita and then kita baru sadar kalo udah pernah ketemu. Lebaran 2017 lalu dia datang ke Indonesia, dan kita janjian ketemuan di Dufan karena dia main juga sama temennya. We just met like for 15 mins, and never meet again until he went to his country, karena jadwal travel dia yg super duper padat macam artis Korea. dan yang terakhir, the Dutchman! WE’RE BEING FRIENDS FOR A YEAR, NEVER MEET AND STILL FRIENDS! WE JUST CELEBRATED OUR ANNIVERSARY! AS VIRTUAL FRIENDS! AND BOTH OF US NEVER USE HELLOTALK ANYMORE. THE END.

This is my story, kalo kamu beruntung, mungkin kita bisa ketemu 🙂

(Geer banget, emang readersnya mauuuu? *ditabokin readers)

 

Posted in Uncategorized

MEME SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI VIRAL DALAM MASYARAKAT

MEME SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI VIRAL DALAM MASYARAKAT

 

Helinsa Rasputri

Program Diploma III Manajemen Perusahaan, Universitas Diponegoro

kabanelin_12@yahoo.com

Abstrak

Artikel ini memaparkan mengenai perkembangan internet meme yang terjadi akibat adanya peningkatan kebutuhan akan pesan visual yang berbanding lurus dengan perkembangan media sosial saat ini. Meme merupakan bentuk komunikasi nonverbal yang menjadi salah satu media komunikasi viral selain foto dan video. Meme biasanya digunakan bukan hanya sebagai sarana hiburan dan kreativitas, namun juga mengkritik dan memotivasi. Penyebarannya yang cepat dan mudah diakses, pemilihan bahasa yang santai, dan penggunaan gambar yang sesuai membuat meme digemari baik oleh kalangan anak muda hingga dewasa. Tampilan meme yang menarik membuat meme mampu mengkomunikasikan informasi dan melakukan tindak persuasif tanpa terkesan menggurui.

            Kata Kunci: internet meme, komunikasi nonverbal, komunikasi viral

 

Abstract

This article aim to describe development of Internet Memes which occurred due to the increased need for visual message along with current social media development. Memes are one of nonverbal communication which become to be viral communication media beside photos and videos. Memes usually use not just used for entertainment dan creativity, but also to criticize and motivate society. Rapidly memes spreading happened because of the ease of acces, interesting theme and pictures, and the language. In common, memes always use informal language and slang which effect an socialize impression in society. Interesting memes can communicate information and persuade society at one time.

 

            Keywords: internet memes, nonverbal communication, viral communicationavo59by_700b_v1

 

Komunikasi dan Perkembangannya

Menurut Himstreet dan Baty dalam Business Communications Principles and Methods, Komunikasi adalah suatu proses pertukaran informasi antarindividu melalui suatu sistem yang biasa (lazim), baik dengan symbol-simbol, sinyal-sinyal, maupun perilaku atau tindakan. Sementara itu menurut Bovee, komunikasi adalah suatu proses pengiriman dan penerimaan pesan. Pada umumnya, pengertian komunikasi ini paling tidak melibatkan dua orang atau lebih, dan proses pemindahan pesannya dapat dilakukan dengan menggunakan cara-cara berkomunikasi yang biasa dilakukan oleh seseorang melalui lisan, tulisan, maupun sinyal-sinyal nonverbal (Purwanto, 2011). Komunikasi menjalankan empat fungsi utama dalam organisasi: pengendalian, motivasi, pengungkapan emosi, dan informasi yang fungsi akhirnya adalah pengambilan keputusan (Robbins, 2003). Dalam komunikasi terdapat proses pertransferan makna yang disebut sebagai proses komunikasi yang dilakukan oleh sumber ke penerima (Robbins, 2011). Proses komunikasi yang selama ini dilakukan hanya melalui komunikasi tatap muka, komunikasi kelompok, komunikasi massa, berubah total dengan perkembangan teknologi komunikasi dewasa, khususnya internet. Perubahan tersebut membawa konsekuensi-konsekuensi proses komunikasi. Proses komunikasi yang terjadi membawa konsekuensi di tingkat individu, organisasi, dan kelembagaan (Nurrudin, 2013).

 

Komunikasi Viral Sebagai Media Replikasi Informasi

Internet, sebagai media komunikasi dan pertukaran informasi, berpeluang merevolusi sistem, struktur, dan proses demokrasi yang selama ini kita kenal (Schudson dalam Firmanzah, 2008). Jadi internet memiliki kemampuan yang luar biasa dalam membawa perubahan politik di suatu negara –mampu merevolusi sistem politik, dari otoriter menjadi demokratis. Melalui internet, tukar menukar ide dan gagasan tentang kehidupan politik dapat dengan mudah dilakukan (Mulyadi, 2015). Sudah tidak asing lagi jika di lingkungan saat ini  terdapat orang-orang yang menghabiskan hari-harinya di depan komputer untuk sekadar bergaul di media sosial, berkicau di twitter, hingga menyebarkan tautan berita, video, atau meme. Secara sadar atau tidak, orang-orang semacam itu membuat informasi menyebar secara viral  istilah viral itu sendiri diambil dari istilah yang biasa digunakan jika sebuah virus menyebar dengan cara mereplikasi diri. Komunikasi melalui internet dilakukan melalui media sosial yang dapat digunakan untuk berinteraksi dengan sesama. Selain itu, media sosial juga berfungsi untuk bertukar pendapat mengenai masalah sosial ataupun personal. Di media sosial, orang bebas menyampaikan perasaan, pemikiran, dan keluh kesahnya terhadap sesuatu. Bentuk media sosial yang terdapat di internet sangat beragam mulai dari aplikasi chatting, berbagi foto, tautan, video, audio, bahkan dokumen atau file berbasis website hingga berbasis android.  Beberapa contoh media sosial sosial (Facebook, Twitter, Path dan Instagram) adalah bukti perkembangan komunikasi dalam proses komunikasi manusia.

 

 

Viral adalah fenomena yang menyebar karena dianggap simpel, menarik, orisinil, spontan, sekaligus mudah ditiru. Penyebaran secara viral cenderung liar dan tidak dapat dikontrol. Sebelum ada internet, penyebaran semacam itu sudah sering terjadi. Legenda, cerita rakyat, tarian rakyat, dan lagu rakyat merupakan contohnya karena hingga sekarang, banyak dari kita tidak mengetahui siapa yang membuat dan menyebarkannya. Tidak ada yang dapat menjamin bahwa setiap cerita rakyat yang sampai pada generasi kita, tidak mendapat distorsi atau perubahan konten dari yang asli. Akhir-akhir ini geliat visual di dunia internet Indonesia tengah berada pada tingkatan yang masif. Puluhan hingga ratusan citraan foto berserakan setiap hari di media sosial. Hal tersebut menimbulkan fenomena internet meme muncul.  Internet meme adalah postingan berupa citraan-citraan visual yang berisi gambar atau tulisan menggelitik. Isu yang disampaikan  pun merupakan representasi dari kejadian-kejadian populer yang sedang ramai menjadi perbincangan masyarakat, meskipun tidak jarang juga mengangkat isu keseharian seperti tentang percintaan, pengalaman hidup, pendidikan, sampai agama. Internet meme sangat mudah diakses, hal itu menyebabkan penyebarannya menjadi cepat. Internet meme telah menjadi media humor yang disukai baik oleh anak-anak, anak muda, hingga orangtua.

 

Meme dan Pengaruhnya dalam Masyarakat

Internet meme tercipta dari ide seorang mahasiswa Universitas Hongkong yang bernama Chan. Awalnya, ia membuat sebuah situs yang memungkinkan pengguna internet dapat saling berbagi hal-hal konyol dalam bentuk video, foto, atau teks. Dalam waktu singkat, situs buatan Chan dikunjungi 70 juta orang setiap bulan. Hal tersebut membuat internet meme menyebar secara global, termasuk di Indonesia. Menurut Wikipedia Bahasa Indonesia, internet meme digunakan untuk mendeskripsikan sebuah konsep yang menyebar lewat internet. Arti dari kata ‘meme’ merujuk pada konsep atau kategori tentang informasi sebuah kultur secara luas. Fenomena internet meme semakin marak di media sosial. Internet meme dapat ditemui di berbagai jenis media sosial, misalnya Facebook, Twitter, Path, Blog, dan sebagainya. Di Indonesia terdapat beberapa situs website yang rutin memproduksi internet meme. Situs internet meme yang terkenal di Indonesia adalah Meme Comic Indonesia dan 1CAK.com. Situs-situs tersebut rutin mengunggah berbagai macam bentuk meme, baik berupa guyonan maupun sindiran. Selain di Indonesia, fenomena internet meme sudah ada di luar negeri sejak lama. Salah satu situs internet meme luar negeri yang terkenal saat ini adalah 9GAG. Kehadiran internet meme membuat masyarakat lebih mudah dalam memahami suatu informasi. Hal ini terjadi karena media penyampaian informasi lewat internet meme lebih menarik dan menghibur. Topik yang diangkat dalam internet meme adalah seputar kehidupan sehari-hari.

 

Penyerapan istilah menurut Pedoman Penyerapan Istilah. Istilah diserap langsung dari bahasa Yunani Kunoμίμημα – mímēma, “imitasi/tiruan”. Mimema adalah neologisme yang dikenal sebagai karakter dari budaya, yang termasuk di dalamnya yaitu gagasanperasaan, ataupun perilaku (tindakan). Meme (dibaca mim) merupakan sebuah cara untuk mendeskripsikan suatu budaya. Berikut merupakan contoh mimema: gagasan, ide, teori, penerapan, kebiasaan, lagutarian dan suasana hati. Mimema dapat replikasi dengan sendirinya (dalam bentuk peniruan) dan membentuk suatu budaya, cara seperti ini mirip dengan penyebaran virus (tetapi dalam hal ini terjadi di ranah budaya). Sebagai unit terkecil dari evolusi budaya, dalam beberapa sudut pandang mimema serupa dengan genRichard Dawkins, dalam bukunya The Selfish Gene, ia menceritakan bagaimana ia menggunakan istilah meme untuk menceritakan bagaimana prinsip Darwinisme untuk menjelaskan penyebaran ide ataupun fenomena budaya. Dawkins juga memberi contoh mimema, yaitu nada, kaitan dari susunan kata, kepercayaan, gaya berpakaian dan perkembangan teknologi.

 

Teori mimema menjelaskan bahwa mimema berkembang dengan cara seleksi alam (mirip dengan prinsip evolusi biologi yang dijelaskan oleh penganut Darwinisme) melalui proses variasi, mutasi, kompetisi, dan warisan budaya yang mana memengaruhi kesuksesan reproduksi di setiap individu. Dengan demikian, mimema menyebar berupa ide dan bila tidak berhasil maka ia akan mati, sedangkan yang lain akan bertahan, menyebar, dan (untuk tujuan yang lebih baik bahkan lebih buruk) akan bermutasi. “Ilmuwan memetika mempunyai pendapat bahwa mimema yang mempunyai ketahanan terbaik akan menyebar dengan efektif dan memengaruhi si objek (seorang individu).

 

Deskipsi dari meme mirip dengan konsep yang diajarkan oleh para sufi.

Gabriel Tarde (1843-1904), seorang sosiolog berkebangsaan Perancis, mengembangkan ide tentang transfomasi budaya yang berlatar belakang peniruan dan pembaharuan dengan sampel interaksi psikologis yang terbatas. Penelitiannya tentang sosiologi mempunyai tujuan untuk menggolongkan fenomena sosial berdasarkan generasi, propaganda ide, praktik dan kebiasaan. Hasil penelitian tersebut yang kemudian dikembangkan menjadi memetik.

Bertrand Russell berulangkali menggunakan kata “kepercayaan adalah kesalahan” dalam tulisannya tentang kesalahan manusia.

John Laurent dalam The Journal of Memetics menyebut bahwa istilah “meme” kemungkinan berasal dari karya Richard Semon. Pada tahun 1904 Semon mempublikasikan Die Mneme, yang beberapa tahun kemudian dialih bahasakan ke bahasa Inggris pada tahun 1924 dengan judul The Mneme. Buku tersebut membicarakan tentang transmisi budaya di mana mempunyai kemiripan dengan pendapat Dawkins. Laurent juga menemukan istilah mneme pada The Soul of the White Ant (1927) oleh Maurice Maeterlinck (yang menurut dugaan orang menjiplak dari Eugène N. Marais) dan juga mempunyai kemiripan dengan konsep Dawkins.

Everett Rogers, yang mempelopori teori penyebaran (Diffusion of innovations) pada tahun 1962, menjelaskan bagaimana dan mengapa seseorang memakai suatu ide. Rogers memikirkan beberapa pengaruh dari ide Gabriel Tarde (1843–1904), yang menemukan hukum imitasi pada bukunya tahun 1890 yang menjelaskan bagaimana seseorang menentukan layak tidaknya suatu budaya ditiru.

 

Dengan logika yang lebih sederhana, dapat kita pahami bahwa penyebaran atau pengembangbiakan meme dilakukan dengan cara replikasi dari meme-meme yang sudah ada. Artinya, meme terus menerus melakukan replikasi melalui suatu kebiasaan atau gagasan tertentu sehingga menjadi pola yang berulang-ulang dan pada akhirnya membentuk sebuah pola kebudayaan dalam skala besar. Internet meme diciptakan melalui proses replikasi dan modifikasi citra fotografis yang sudah ada. Kreator harus jeli mengamati peristiwa sosial yang sedang terjadi di masyarakat. Kejelian itu diperlukan untuk menemukan hal kecil yang bisa dijadikan objek. Hal tersebut dilakukan supaya pesan yang disampaikan kreator internet meme kepada penikmat internet meme dapat tersampaikan dengan cara yang efektif dan menghibur. Akan tetapi, sifat dari meme ini tidak hanya mereplikasi, meme juga mengalami proses evolusi atau perubahan dari waktu ke waktu, dan bersamaan dengan itu meme juga berusaha untuk bertahan dari pengaruh meme-meme yang baru (survive).

 

Meme memang telah lama hadir di Indonesia, namun mulai booming di Tanah Air sekitar tiga tahun terakhir. Meme yang ada saat ini memang sangat erat kaitannya dengan berbagai kejadian yang ada di masyarakat, namun dikemas dengan sesuatu yang terlihat menghibur. Orang Indonesia lebih suka menyampaikan kritik melalui meme dikarenakan cara ini adalah cara yang fun atau cara yang menarik. Namun dampak yang ditimbulkan cukup besar, Meme yang sering dicari orang Indonesia adalah meme-meme kategori lucu atau fun karena lebih menghibur. Memang ada banyak meme yang beredar di internet, khususnya dalam mesin pencarian Google. Menurut data Google Trend, meme yang sedang populer di Indonesia adalah meme dalam kategori meme komik. Kalau di dunia meme yang sedang populer adalah meme foto. Selain sebagai sarana hiburan, internet meme juga digunakan untuk membawa pengaruh positif kepada pembuat dan penikmatnya. Kreativitas dan kejelian sangat dibutuhkan untuk memahami dan membuat sebuah karya meme. Sebuah meme biasanya mengangkat isu fenomenal yang ada di tengah masyarakat, baik masalah percintaan, politik, dan agama. Topik lain yang sering dibahas dalam internet meme adalah masalah kehidupan artis. Salah satu contohnya adalah Syahrini, penyanyi Indonesia yang penuh sensasi. Fenomena itu menyebabkan Syahrini menjadi objek lelucon dalam internet meme Indonesia.

 

Meski terlihat lucu, tak jarang meme yang dibuat untuk menyindir seseorang atau peristiwa tertentu itu juga sering menuai protes dan komentar pedas dari berbagai pihak. Dan untuk masalah aturan dalam pembuatan meme, aturan secara baku dalam membuat meme tidak ada. Namun, ruang gerak pembuatan meme di Indonesia dibatasi undang-undang yang berkaitan dengan ITE (Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik) dan pencemaran nama baik. Jadi, jika meme yang dibuat bertujuan untuk menjelek-jelekkan seseorang atau sekelompok orang, maka sudah tentu akan terkena hukuman. Tidak ada keuntungan yang didapatkan oleh creator sebenarnya dalam penciptaan meme.

 

Meskipun penciptaannya memerlukan daya kreativitas, internet meme lebih dimaknai sebagai proses komunikasi,  bukan proses berkarya seni.  Meme memiliki beberapa tokoh atau karakter yang memiliki cirri khasnya masing masing, yaitu

  1. Derp adalah seorang laki-laki yang memiliki karakter bodoh dalam meme. Dia sering sekali melakukan aktivitas-aktivitas bodoh. Dia juga memiliki pasangan bernama Derpina. Sekilas, jika dilihat mata Derp & Derpina terlihat juling. di Amerika, mata yang juling biasa digunakan untuk melambangkan orang yang bodoh.
  2. Herp, ini dia karakter yang bisa dibilang menggemaskan dan suka bikin jengkel. Dan ini juga karakter yang bodohnya sangat melebihi si Derp dan Derpina. Dalam meme, dia selalu membuat pernyataan bodoh dan bikin kesal.
  3. Troll karakter yang paling jahil dalam meme. Dia sangat suka ngusilin orang atau karakter meme yang lainnya. Dia pintar, tapi kepintarannya disalahgunakan untuk jahil kepada orang. Dia juga memiliki muka yang khas dengan senyum sadisnya yang terkesan meledek. Karakter ini juga sangat terkenal dan paling banyak penggemarnya.
  4. B*tch Please arti gaulnya di Indonesia adalah “please deh yaa”, ya maksudnya kalau seandainya pembuat komik ingin protes ke ilustrasi gambar yang ia tampilkan. Muka b*tch please didapat dari wajah mantan atlet basket dari tim Houston Rockets, Yao Ming.
  5. Forever Alone, seperti namanya, dia adalah karakter yang digambarkan selalu sendiri, tidak punya teman, pacar, bahkan dikisahkan di facebook pun dia tidak memiliki teman satupun, dan kalau dapat sms, paling juga dari operator.
  6. Genius Face adalah jenis karakter dimana pembuat komik ingin menyindir kejeniusan seseorang. Biasanya, ke geniusan yang dimaksud adalah genius yang sangat over.
  7. Meme ini memang diambil dari wajah mr.Bean, biasanya meme ini muncul jika meme tersebut agak sarkas atau yang memang you know what i mean.

 

Tingginya tingkat ketertarikan masyarakat terhadapinternet meme membawa dampak positif terhadap para kreator internet meme. Apabila sebuah karyameme mendapat apresiasi yang baik oleh masyarakat, kreator tentu akan bangga dan memperoleh kepuasan tersendiri. Hal tersebut tidak hanya terjadi pada kreatornya saja. Meskipun penciptaannya memerlukan daya kreativitas, internet meme lebih dimaknai sebagai proses komunikasi,  bukan proses berkarya seni. Kreator hanya mendapatkan kepuasan ketika meme yang dibuat dapat dinikmati oleh orang lain, tidak mendapatkan keuntungan lebih, apalagi karena pada umumnya meme diciptakan secara anonym tanpa mencantumkan nama creator. Penikmat meme akan merasa tertarik jika suatu fenomena sosial yang dibahas dalam sebuah meme adalah penggambaran keadaannya sendiri. Hal tersebut menimbulkan kesadaran bahwa bukan hanya dirinya yang mengalami hal serupa.

 

Munculnya  fenomena  meme  saat  ini merupakan fenomena khas era internet sekarang ini. Informasi  yang beredar  tidak  lagi one step flow of communication (komunikasi satu arah), tetapi two step flow of communication (dua arah) atau bahkan multi step flow of communication (banyak tahap). Komunikasi satu arah hanya dari komunikan ke komunikator. Sementara itu komunikasi dua arah menjadi ciri komunikasi masyarakat modern. Komunikan tidak saja selamanya menjadi komunikan, bahkan komunikan juga bisa menjadi komunikator. Jumlah lalu lintas pesan yang beredar akibat media sosial sangat meningkat tajam menembus ruang dan waktu. Masyarakat kita mengalami spill over of communication (peluberan informasi). Peluberan informasi ini pada akhirnya menyebabkan keterkejutan budaya (cultural shock) di masyarakat.

 

 

Penelitian menemukan bukti bahwa komunikasi interpersonal (tatap muka) perlu ada konstruksi baru. Dalam teori komunikasi klasik, komunikasi interpersonal adalah komunikasi antara dua orang yang berhadapan secara langsung (berkomunikasi, saling melakukan umpan balik, saling mempengaruhi satu sama lain) harus ada rekonstruksi ulang. Komunikasi melalui media sosial seperti chatting juga sudah mengarah pada komunikasi interpersonal tersebut. Selama ini komunikasi bermedia sering disebut dengan komunikasi massa (komunikasi melalui media massa modern). Dengan perantaraan teknologi komunikasi (yang di dalamnya ada media sosial), teori komunikasi massa juga mengalami perkembangan baru.

Perkembangan meme di media sosial memunculkan beberapa perubahan yang terjadi, bahwa apa yang terjadi pada media sosial menentukan bagaimana manusia itu berkomunikasi, manusia dalam berkomunikasi menjadikan apa yang dilihat, dirasakan, dan diindera lainnya menentukan atau menjadi bahan pembicaraan.

Dengan kata lain, apa yang diakses melalui media sosial itu menentukan aktivitas baru komunikasi manusia.

 

Bentuk perubahan itu diantaranya sebagai berikut;

(a) perubahan bentuk komunikasi dan media yang digunakan, komunikasi yang biasanya langsung bertatap muka, sekarang melalui dunia maya,

(b) perubahan sikap, cepatnya tersebar informasi melalui dunia maya sehingga berefek pada perilaku seseorang,

(c) perubahan aktivitas komunikasi, komunikasi yang awalnya membutuhkan waktu untuk mendapatkan feedback sekarang lebih efisien, media yang digunakan sangat mempermudah dalam menyampaikan pesan

 

 

Tingginya tingkat ketertarikan masyarakat terhadap internet meme membawa dampak positif terhadap para kreator internet meme. Kehadiran internet meme membuat masyarakat lebih mudah dalam memahami suatu informasi. Hal ini terjadi karena media penyampaian informasi lewat internet meme lebih menarik dan menghibur. Tapi meme juga memiliki dampak yang kurang baik bagi pembaca dan pelihat meme seperti:

  1. Menganggap segala sesuatu dapat dibuat candaan, terkadang hal yang seharusnya tidak patut dapat dibuat bahan tertawaan
  2. Pembaca menjadi kecanduan dan ingin selalu mengikuti post mengenai meme
  3. Membuat para pembacanya lupa waktu karena asyik membaca dan tertawa-tertawa melihat dan membaca meme
  4. Membuat para pembacanya tidak sopan karena meme juga memberikan kata-kata yang bersifat tidak pantas
  5. Membuat pembacanya tidak bermoral dari meme yang memberikan gambar-gambar tentng sesuatu yang berbau porno
  6. Membuat pembaca seolah-olah amat sangat membutuhkan seorang pacar

7.Pembaca menggunakan meme sebagai sarana sindiran

Kesimpulan dan Saran

Melalui internet meme, manusia juga dapat mengekspresikan apa yang sedang dirasakan. Apabila sebuah karya meme mendapat apresiasi yang baik oleh masyarakat, kreator tentu akan bangga dan memperoleh kepuasan tersendiri. Hal tersebut tidak hanya terjadi pada kreatornya saja. Penikmat meme akan merasa tertarik jika suatu fenomena sosial yang dibahas dalam sebuah meme adalah penggambaran keadaannya sendiri. Hal tersebut menimbulkan kesadaran bahwa bukan hanya dirinya yang mengalami hal serupa. Internet meme merupakan media alternatif yang dapat digunakan untuk mengasah kepekaan terhadap sekitar karena mengandung pesan moral yang kadang diabaikan masyarakat. Hal ini dapat meningkatkan rasa empati masyarakat, dimana meme melatih kepekaan manusia terhadap lingkungan sekitar dan menjadikan manusia lebih jeli dan peduli terhadap sesama.

Membuat atau mengkonsumsi meme dapat melatih kepekaan manusia terhadap lingkungan sekitar. Selain itu, internet meme menjadikan manusia lebih jeli dan peduli terhadap sesama. Melalui internet meme, manusia juga dapat mengekspresikan apa yang sedang dirasakan oleh orang lain

 

Daftar Pustaka

Dawkins, Richard (1989). “11. Memes:the new replicators”. The Selfish Gene (edisi kedua ed.). Oxford: Oxford University Press. p. 352. ISBN 0192177737.

 

Urip, Mulyadi (2015) Gerakan sosial di Media Sosial (Analisa Wacana Kritis Gerakan Sosial Melalui Hashtag “ShameOnYouSBY” di Twitter). Master Thesis, Postgraduate Program in Communication Studies

 

Prio, Hananto (2015) Kicau Kita Selebriti Dunia Digital di Media Sosial (Studi Kasus Selebritas untuk Komunikasi Pemasaran). Master Thesis, Postgraduate Program in Communiaction Studies

 

Febrianti, Dian (2015) “Internet Meme” sebagai media komunikasi visual mahasiswa Ilkom UIN Sunan Ampel Surabaya di Aplikasi Pesan Instan BBM. Undergraduate Thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya

 

Purwanto, Djoko. 2015. Komunikasi Bisnis. Jakarta:Erlangga

 

Robbins, Stephen P. 2003. Perilaku Organisasi. Jakarta: Indeks

 

(Syarif Maulana – Dosen Prodi Ilmu Komunikasi – Fakultas Komunikasi dan Bisnis, Telkom University)   / Kebudayaan Meme, Kebudayaan Viral / 19 Agustus 2014 http://bcomms.telkomuniversity.ac.id/kebudayaan-meme-kebudayaan-viral/

http://puskakomui.or.id/ojs/index.php/JKI/search/search 

http://erpandsima.blogspot.co.id/2015/04/fenomena-meme-di-media-sosial-dan.html

https://id.wikipedia.org/wiki/Mimema

http://yekurnia.blogspot.co.id/2015/02/mengasah-kepekaan-melalui-internet-meme.html

http://www.kompasiana.com/turi_042/fenomena-meme-dan-dampaknya-bagi-pengguna-media-sosial_5614f2c3329373f709b9fade

http://www.makintau.com/2014/07/mengenal-tokoh-dan-karakter-dalam-meme.html

 

(*jurnal ini dibuat untuk memenuhi syarat tugas artikel Perilaku Keorganisasian Sub Bab Komunikasi, jangan lupa cantumkan sourcenya ketika mengutip isi karangan ini 😀 )

Posted in Trip and Vacation, Uncategorized

Napak Tilas di Kota Tinutuan

Processed with VSCO
Monumen Yesus Memberkati

Hellaw setelah sekian lama “menghilang” dari dunia blogging akhirnya ane dateng dengan cerita baru dari kota Tinutuan. Yah bener sekali kota Tinutuan a.k.a Manado, Sulawesi Utara.

Di postingan sebelumnya, aku ngebahas tentang keberangkatanku sama adek aku yang diterima di Universitas Sam Ratulangi, Sulawesi Utara, di jurusan Ilmu Komunikasi. sambil menyelam minum air, akhirya aku menghabiskan waktu buat napak tilas di kota ini sembari nemenin dia ngurusin kebutuhan kampusnya.

Jujur ini kali pertama aku ke Manado dan kita berangkat hanya berdua tanpa orangtua, dan disitu aku berasa bener-bener kayak backpacker. Jadi orang asing yang gatau bahasa, daerah, kebiasaan, dan doku pas-pasan. Untungnya aku punya tetangga yang pernah kuliah di UNSRAT dan amat sangat mengenal Manado, berbekal info dari dia dan saudara di Manado yang udah janji bakal ngejemput dan “nampung” untuk sementara akhirnya perjalanan pun dimulai.

Keberangkatan jam 14.30 dari Jakarta dengan waktu tempuh 3 jam 5 menit, estimasi waktu tiba adalah jam 17.35 WIB/18.35 WITA. Karena perjalanan yang amat sangat menguras tenaga dan emosi, aku menghabiskan waktu di pesawat dengan nonton film dan tidur. Niatnya sih biar fit ntar kalo udah sampe Manado, tapi yang terjadi engga juga ternyata. Begitu saudaraku dateng ngejemput, basa-basi dikit, langsung tertidur dengan nyenyak di mobil sampai di kota tujuan yang bernama Bitung. Sempet bingung awalnya, karena denger nama kotanya dalam keadaan setengah sadar, kayak sempet mikir “Aku ke Manado atau Bangka Belitung?”. Maafkan kebodohan aku yang luarbiasa ketika sedang tidak sadar sepenuhnya haha. Malam pertama kita habiskan di Bitung sambil mempersiapkan energi untuk berkunjung ke kota yang terkenal dengan “Manado orangnya cakep-cakep” sambil berharap bisa nemuin manusia kayak Dirly.

Tujuan pertamaku di Manado yaaaa udah pasti universitas kebanggan masyarakat Manado yaitu Universitas Sam Ratulangi atau yang lebih dikenal sebagai UNSRAT untuk registrasi mahasiswa baru dan wawancara. Buat kamu, kamu, kamu yang penasaran dengan UNSRAT, dibawah ini ada beberapa penghibur lara buat kamu…

Kelar ngurusin anak maba dan segala keperluannya, tujuan berlibur sebelum sidang dimulai pun akhirnya dimulai. Ready, set, go…. 

Karena Manado itu kota yang kecil dan punya banyak banget pantai, meskipun kita ditengah kota, kita tetep bisa menikmati pemandangan pantainya. Kebetulan kosan adek aku didaerah kota deket kampus, jadi tempat yang aku kunjungi untuk sesi napak tilas ini adalah semua yang bisa dijalanin dengan kaki atau angkot dengan budget minim (karena gada bikin anggaran jalan-jalan).

Dimulai dari daerah Wisata Bahari dekat Mega Mas. Di Wisata Bahari ini banyak banget yang jualan sarapan kalo pagi-pagi dan bakalan jadi lebih rame lagi kalo lagi hari Minggu, karena ada Car Free Day. Kebetulan kita dateng terlalu pagi dan bukan weekend jadinya ga begitu rame. Sambil sarapan atau nyemilin jajanan kita bisa ngeliat pemandangan laut (*yg gw gatau namanya apa) di tengah kota Manado yang terkenal dengan sikap toleransinya itu.

This slideshow requires JavaScript.

Menurut aku, tempat ini cozy banget buat dipake nongkrong bareng temen-temen gitu, buat sekedar cerita-cerita, aksesnya gampang, bisa jalan kaki atau naik angkot, banyak jajanan, dan ada tempat duduknyaa. Anak mahasiswa biasanya kannn suka gratisan. Tapi jangan jadiin tempat rapat karena bakal berisik banget sama suara kendaraan yang lewat, daannnn apa kamu ga malu rapat di tengah jalan?? Hellaww… Candaaa…
Meskipun tempat ini asik banget, ada hal aneh yang aku temuin di tempat ini, yaitu tikus. Oke. Yakin dan percaya kalo di kota besar si Siti (Si Tikus) adalah momok yang paling menjengkelkan buat semua orang. Si Siti ini kan biasanya hidup di gorong-gorong atau tempat sampah, yang bikin ane terperangah adalah si Siti banyak yang hidup di pantai di daerah Wisata Bahari. Sampe bingung, apa jangan-jangan mereka bisa berenang juga, bahkan lebih jago dari aku yang berenangnya ah syudahlah… Seketika membayangkan tikus di film kartun Ratatouille.

20160719_064324

Kalo tadi pagi udah sarapan sambil menikmati sunrise di Wisata Bahari, berarti asiknya harus nongkrong sambil nyemil menikmati sunset dongs. Pantai Malalayang biasanya jadi inceran masyarakat Manado buat nongkrong sambil nungguin sunset. Kadang malahan kelewatan jadi sampe malem. Pantai Malalayang juga gampang banget buat dijangkau, tinggal naik angkot tujuan Malalayang dan tunggu aja sampe terminalnya trus jalan kaki. Di Pantai Malalayang ini banyak banget warung yang berdiri di pinggiran pantai sambil menyediakan pisang goreng, pisang goroho, tahu isi, dan kelapa muda. Makan pisang goreng disini pake sambel gitu, asik deh, asik makannya doang tapi, ga asik kalo berat badannya naik -_-

This slideshow requires JavaScript.

Manado emang terkenal banget sama lautnya yaang wauw itu, tapi sayang seribu sayang karena dari begitu banyak pantai disana yang bisa ane kunjungin cuma satu, apa? iya satu doang, di Bitung. Namanya Pantai Batu Putih. Kalo adek aku bikin plesetannya “Pantai Batu Putih Pasir Hitam”, soalnya pasirnya warnanya hitam, kayak butiran batu kecil gitu dan panas.

This slideshow requires JavaScript.

Buat kamu yang suka olahraga kayak basket, voli, bisa gabung sama anak-anak di Blessing Park tiap jam 5 sore, ga cuma yang olahraga, kadang ada juga yang sekedar nongkrong atau latian dance di pendopo Blessing Park. Waktu kesana kemaren sih kayaknya masi dalam tahap pembangunan, kayak belom kelar gitu. Tapi tempatnya enak deh, deket laut, panas sih tapi pemandangannya bagus. Oh iya kalo mau main basket harus hati-hati kalo ngelemparnya kejauhan ntar bolanya bisa nyampe laut wkwkwk… Kemaren jalan kesini pas pulang gereja dan masih jam 3 jadi masih  amat sangat sepi…

Ada beberapa ikon di kota Manado kayak Monumen Yesus Memberkati di daerah Citraland kayak di Rio de Janerio, Jembatan Soekarno, dan Zero Point. Sebenarnya Zero Point bukan ikon sih, cuma aku seneng aja sama tugu nya itu. Sayang banget kurang keurus. Ane emang rada “kampung” yaakk, jadi harap maklum wkwkkwkwk.

Napak tilas kali ini berhenti dulu sampe disini, acara jalan-jalan ke Bunaken, pantai Paal dan pulau-pulau kecil disekitar Manado yang keren banget itu harus ditunda dulu sampe punya doku yang cukup (*ini tandanya ane harus sidang secepatnya dan dapet kerjaan supaya punya doku yang cukup buat jalan-jalan ke tempat paling asik itu)

Oh ya, kemaren sempet mampir ke acara Festival Pangan Non Beras yang diadain sama pemerintaha setempat di Manado Town Square. Cuma diposting karena dibuang sayang hihihih… (*maafkan wajah yang sudah kucel, dannnn iya bener sekali, wajah saya amat sangat bocah dibandingkan dengan mereka yang mahasiswa baru, saya menyebutnya awet muda :D)

Posted in Trip and Vacation, Uncategorized

Traveloka Dulu Mudik Kemudian

Siapa sih yang ga kenal sama yg namanya Traveloka, aku yakin banget dari Sabang sampai Merauke banyak banget orang yang udah pernah mesen tiket dari Traveloka, bahkan mungkin udh wajib punya aplikasi tersebut di smartphone kesayangan karena kebutuhan untuk pergi “melancong” yang terhitung tinggi.

Selain bisa pesen tiket pesawat dengan harga lebih murah karena (denger-denger) harga yang ditawarkan Traveloka itu adalah harga pembelian tiket dalam partai besar dengan potongan diskon yang dikembalikan lagi ke pembeli, lewat Traveloka juga kita bisa pesen hotel yang sesuai dengan kocek kita dimanapun berada.

Cara pemesanan dan pembayarannya yang gampang ditambah lagi informasi yang dikasih lumayan rinci ngebuat aku lebih paham sama jadwal dan rute penerbangan, ga heran Traveloka sering lebih dilirik masyarakat ketimbang beli tiket dari Travel Agent atau bahkan website resmi maskapai itu sendiri, mahasiswa apalagi, jangan ditanya kekekke…

Sempet magang di Jakarta dengan jadwal bimbingan sekali sebulan di Semarang bikin aku mau ga mau harus cari akomodasi paling murah. Mau efeknya kurang tidur sampe badan sakit yang penting bisa bimbingan dan balik ke kantor tepat waktu kayak karyawan lainnya.

Mulailah dari membandingkan harga dari tanggal keberangkatan sama ngebandingin harga pesawat sama kereta api. Mungkin agak nonsense, tp juur aku pernah dpt harga tiket pesawat yang lebih murah dari kereta api dan itu bikin aku makin seneng sama pesawat. Kebetulan waktu itu Traveloka punya semacam sistem yang memungkinkan kita buat mencantumkan tiket keberangkatan kita sebagai reminder di kalender, waaah jadi tambah seneng kan yaa, apalagi buat manusia pelupa kayak aku gini.

Sebagai anak rantau yang rindu rumah dan pengen pulang dengan harga murah, punya aplikasi pemesanan tiket di smartphone jadi modal utama buat ngecek fluktuasi harga tiket yang wadauuu bisa amat sangat menyeramkan. Karena harga tiket yang mahal bisa memupuskan harapan anak rantau untuk mudik, karena ga punya penghasilan sendiri.

Back to topic, dibalik semua kenyamanan dan kemudahan aplikasi ini ternyata ada sedikit kekurangan yang mengecewakan dan jadi pengalaman dalam hidupku untuk tidak melakukan hal yang sama, yaitu memesan tiket dengan maskapai yang berbeda.

Kejadian ini berawal dari jadwal registrasi ulang mahasiswa baru Universitas Sam Ratulangi tanggal 13 Juli 2016, adik aku yang umurnya 3 tahun lebih muda adalah mahasiswa baru tahun itu dan kita berencana untuk berangkat tgl 11 Juli 2016 supaya ga terlalu keburu buru ntar pas waktu daftar ulang (niatnya).

Berhubung libur panjang karena adanya lebaran dan cuti bersama mulai tanggal 4-9 Juli 2016 maka harga tiket untuk tanggal 11-16 Juli 2016 juga ikut-ikutan mahal karna kemungkinan arus balik para pemudik. Itu harga tiket dari yang cuma sekitar 1.3 jt sampe 1.8 jt berubah jadi ganas mulai dari 2 jutaan sampe 3 jutaan. Takut harga tiket makin ga karu-karuan akhirnya kita mutusin untuk beli tiket untuk tgl 11 Juli 2016 di tgl 8 Juli 2016 dengan tujuan Medan-Manado transit Jakarta Soetta dengan harga 2.485.000 gt kalo ga salah.

Rincian tiketnya itu gini

Medan (KNO) – Jakarta (CGK) Sriwijaya Air pukul 23.15 tiba pukul 01.15 (12 Juli)

Jakarta (CGK) – Manado (MDC) Lion Air pukul 05.00 tiba pukul 09.20 waktu setempat.

Kalo sesuai tiketnya sih ga bakalan ada hambatan yang berarti karena ini juga udah yang ketiga kalinya aku naik pesawat dengan maskapai yang berbeda untuk sekali perjalanan. Dan menurut aku bukan kesulitan kalo cuma mindahin bagasi secara manual dan pindah terminal keberangkatan. Tapi ternyata ada yang lain lagi yang terjadi.

Aku udah sampai dari H-1,5 jam keberangkatan dan check in di counter Sriwijaya Air yang tersedia. Pas check in mas-masnya bilang kalo pesawatnya kena delay sampe jam setengah 2 pagi karena traffic di Jakarta padet bgt. Aku ngeiyain aja, mikirnya kalo berangkat setengah 2 setidaknya masih ada waktu buat pindahin bagasi dan bakalan motong waktu nunggu di Jakarta. Jam setengah 1 pagi bagian Informasi mengumumkan pesawat di delay sampe jam 2 pagi. Saat itu aku masih tenang.

Setelah pamit sama keluarga dan masuk ruang tunggu jam 1 pagi aku belom punya perasaan apa-apa. Karna waktu juga masih menunjukkan jam setengah 2 pagi aku berniat gantian tidur sama adikku sambil nunggu pesawat berangkat. Udah di posisi PW tetiba aku inget kalo jam 5 pagi udh harus ganti maskapai penerbangan. Jadi ga bisa tidur, aku coba tanya ke pihak Sriwijaya yang ngurusin penumpang di ruang tunggu. Aku nanya kalo itu Sriwijaya udah pasti belom kalo bakal berangkat jam 2 pagi karena jam 5 aku harus ganti maskapai dengan segala kebutuhannya kayak klaim bagasi, pindah terminal, dan check in lagi, karena takut kalo ga keburu. Kalo ternyata kena delay lg seperti apa tindak lanjut dr mereka gitu. Eh malah dapet kabar pesawat delay sampe setengah 3, hati ane udah mulai dug-deg-ser. Mereka nyaranin buat ngomong langsung ke bagian Customer Service.

Aku bergegas ke CS mau tahu kelanjutannya kayak apa, setelah ngelewatin banyak tembok pertahanan di bandara kayak security setempat dan pemeriksaan yang ntah kenapa harus diulangi terus-terusan padahal mereka tahu kalo kita ini Customer yang lagi rempong gegara pesawat yg lagi delay, birokrasi yang ribet karna dari ruang tunggu disuruh ke CS dan CS suruh ke ruang tunggu lagi dan yang ga terelakkan lagi yaaa iblis di tubuh ane udah mulai kumat yaaa pemirsa sekalian, jadi deh tuh satpam dan bagian pengecekan barang ane pelototin satu-satu, untungnya gada yang kemasukan atau tiba-tiba ngaku jadi anak ane karna ane emang belom punya anak.

Pihak maskapai Sriwijaya Air memberikan dispensasi keterlambatan berupa voucher 300 rb untuk keterlambatan yang bisa diuangkan melalui Bank Mandiri tapi ga bisa melakukan apa-apa dengan jadwal keberangkatan kami di rute penerbangan selanjutnya dengan maskapai yang berbeda. Bahkan katanya mereka ga bisa berbuat apa-apa karena mereka bertindak hanya sesuai dengan peraturan. No compromise. Delaynya yang bertambah jadi berangkat jam 4 pagi bikin aku makin kesel karena bener-bener ngilangin harapan untuk ikut pesawat Lion Air yang jam 5. Solusi satu-satunya yang mereka tawarkan adalah beli tiket lagi dari Jakarta ke Manado untuk hari itu juga. Bayangin aja dong perasaan aku waktu itu, udah kesel karna delay, mereka bahkan ga bisa mengubah apapun kalo jalirnya dari Jakarta bukan menggunakan Sriwijaya.

Aku udah kehabisan akal buat bujuk pimpinan yang berwenang mulai dari minta pindah maskapai, pindah jam terbang, pindah maskapai ke Sriwijaya dan bakal bayar selisih harga, sampe bikin surat keterangan keterlambatan dari mereka, dan ga berhasil. Aku coba hubungin Traveloka dan minta tolong untuk di reschedule atau apapun cara yang bisa dilakukan supaya tetap bisa berangkat sampai Manado tanpa keluar uang lebih. Untungnya respon dari CS Traveloka bagus dan cepet, dengan semua kondisi yang ada akhirnya mereka nyuruh aku hubungin pihak Lion Air.

Pulsa abis buat telpon sana sini ga jadi hambatan buat aku, mending pulsa abis 100 rb timbang bayar lebih lagi buat beli tiket. Aku telp Lion Air dan jelasin kasusku ini, tapi ternyata sistem mereka udah nolak untuk di reschedule karena permintaanku untuk perubahan jadwal udah kurang dari 4 jam sebelum keberangkatan. Hopeless. Selesai sudah. Dalam hatiku, yaudah biar si adek aja yang pergi, aku balik ke rumah juga gapapa, tidur di bandara dulu nunggu pagi gitu. Aku bilang sama adek buat berdoa aja karna secara logika dan terms and condition dari setiap perusahaan udah ga memungkinkan untuk reschedule.

How great is our God, ga lama aku di telpon sama Traveloka dan jadwal penerbanganku diubah dari jam 05.00 ke 14.30, memang jadi lama banget sih, tapi itu lebih mending dibanding engga sama sekali. Apalagi waktu pihak Sriwijaya belom bisa mastiin kalo mereka emang udah bener bener bisa berangkat jam 04.00 pagi dari bandara Kualanamu Medan. Penerbanganku dirubah jadi Batik Air pukul 14.30 dan tiba di Manado pukul 18.50 waktu setempat.

Kesimpulannya dari pengalaman yang aku dapet adalah akan lebih baik kalo kamu pesen tiket yang lebih mahal sedikit dalam jadwal penerbangan dengan maskapai yang sama ketimbang beda maskapai dengan harga yang lebih murah, karena yang namanya delay gabisa ditunda dan sulit untuk diurus. Dari 5 orang yang ngurusin reschedule penerbangan kemarin, semua penumpang yang punya kasus sama dengan tujuan yang sama yaitu Manado dapet dispensasi  secara free dari Traveloka. Dan itu membuktikan kalo aplikasi online juga bisa menunjukkan pertanggungjawaban atas usaha mereka dalam mengantisipasi kelemahan yang mereka miliki dalam melakukan usaha, apalagi karena mereka masi perusahaan start-up selain menganggarkan harga, kemudahan, dan jargon “Traveloka Dulu Mudik Kemudian”.

Posted in Dunia Orang Dewasa

MAGANG di BANK INDONESIA

Tepat setahun yang lalu, tgl 03 Agustus 2015 (ntah kenapa pas banget tgl 01 gitu) aku magang di Bank sentral Indonesia di daerah Medan Kota, Sumatera Utara a.k.a Bank Indonesia Kantor Wilayah IX Sumatera Utara yang lokasinya di Jl. Balaikota No. 4 Kesawan, Medan Kota. Lebih gampangnya bisa dibilang dekat Hotel Aston Medan Kota dan diseberang Merdeka Walk

Magang ini bukan karena mata kuliah KKP kayak yang aku ceritain sebelumnya, tapi magang mandiri. Magang karena keinginan mahasiswa sendiri buat cari pengalaman.
Magangnya cuma 18 hari kerja, dimana dalam satu minggu ada 5 hari kerja dari hari Senin-Jumat, dan ga hitung libur, ditambah ada 2 hari tambahan ngegantiin Bu Elly yang ngurusin magang sampe hari Rabunya karena Bu Elly ambil cuti. Jadi kira-kira durasi magangku itu terhitung mulai tanggal 03 Agustus 2015 – 26 Agustus 2015.

Kenapa ambil magang BI di Medan? Faktor utamanya adalah aku si anak rantau udah ga pulang ke rumah selama 1.5 tahun, and i miss my family sooo~ bad. Libur 2 bulan karena peralihan semester genap ke ganjil itu lebih lama dibandingkan sebaliknya, ketimbang bosan di rumah dan malah ga akur sama dedek-dedek aku yang badannya notabene lebih gede dariku dan jadi bubur karena pasti kalah berantem sama mereka, aku ambil inisiatif untuk magang di BI. Apalagi bapakku (read:Big Boss) lebih seneng aku ga di rumah untuk sesuatu yang lebih membantu di masa depan ketimbang jadi anak rumahan alim.

Pernah sekali waktu pas lagi telponan sama ortu pake SLJJ (Sambungan Langsung Jarak Jauh) *yaelah, kayak masih ada aja, Semarang-Tanah Karo, si bapak ngomong gini “Kak, kalo bisa setelah magang di BI yang 18 hari itu, sisanya pake magang di Telkom tempat bibik tua kerja, kan lumayan nambah ilmunya banyak.” “Trus kalo kakak magang terus di Medan pak, kapan pulang ke rumahnya, kan balik Medan karena mau pulang ke rumah ketemu bapak”, “Pulang pulang mulu yang dipikirin!”, bapak jawab sambil kesel. *Anaknya ga berani ngomong lagi, bapak passing hp ke Ibu…
Punya senior yang udah duluan apply dan magang di BI Semarang ngebikin aku tambah semangat, karena mereka bisa ngasih ilmu sama wejangan gitu yakaann. Bang Anton ane dapuk jadi babang pembimbing ane, minta contoh proposal sama minta diajarin ngurus surat ijin dari kampus, dan hubungin langsung kantor Bank Indonesia yang di medan lewat no kantor yang ada di website jadi caraku untuk ngurusin semua keperluan magang.

Kalo ga salah tuh dulu persyaratan magang yang aku dapet dari Bu Elly (yang ngurusin anak magang di BI) cuma Daftar Riwayat Hidup a.k.a CV, surat izin dari kampus, sama foto diri. Tapi aku ngirimin lengkap sama proposal magang by Pos Indonesia. Apa aja yang ditulis di CV? Macem-macem, yang pasti info diri kamu yang sejelas-jelasnya, misalnya nama, tempat, tanggal lahir, kuliah dimana dan semester berapa, yaaa kurang lebih seperti CV pada umumnya. Kalo tentang keperluan penelitian biasanya dibahas dalam proposal magang kamu. Tau cara bikin proposal kan? Iya, hampir sama kayak makalah, ngebahas tentang apa yang akan kamu teliti dengan metode apa dan pendekatan yang seperti apa. Kalo agan masih belom paham coba di googling aja 😉

Seminggu setelah pengiriman berkas, aku dihubungi sama Bu Elly terkait permohonan magang dan jadwal mulai magang serta disuruh ke kantor untuk ambil surat penerimaan magang. Hampir sama kayak Interview User di Trans 7 yang aku ceritain sebelumnya (bedanya aku ga nunggu lama sama orang yang mau Interview HRD dan aku ga sendirian karena barengan kakak sepupu aku), aku ketemu dengan Bu Elly. Orangnya lembut banget, aku ditanyain bakal tinggal dimana, dikasitau jam kerja seperti apa, dan peraturan di kantor kayak apa, cuma ga dijelasin Job Desc, karena setiap mahasiswa magang akan dirotasi setiap minggunya untuk mendapatkan pengalaman yang berbeda di setiap unit kerja.

Jam Kerja di BI Kanwil IX itu sekitar jam 08.00 – 16.00, jadi tepat 8 jam meskipun karyawannya tetap kerja lebih dari jam segitu. Pakaian yang dikenakan itu kemeja putih berlengan panjang sama rok hitam selutut untuk perempuan dan celana kain hitam untuk laki-laki. Sepatu pantofel item dan bawa baju olahraga setiap hari Selasa dan Jumat. Seluruh anak magang wajib gitu ikutan senam, aku sihh seneng banget bisa senam tiap pagi gitu gratis, lumayan buang lemak yang meleber-leber di tubuh ini, apalagi setelah senam dapet sarapan gratis hihihii.. Oh iya, meskipun ujan, senam tetep jalan loh, tapi tempatnya di basement tempat parkir. Jadwal senamnya itu Senam Jantung Sehat setiap Selasa dan Senam Aerobik setiap Jumat. Karena yang senam jantung sehat yang bawain opa-opa dan ga seru (masi lebih seru SKJ) jadi suka sepi peminat gitu, tapi kalo Aerobik yang hari Jumat instrukturnya dari Celebrity Fitnes, kebayang dongggg seberapa rugi kalo ga ikutannn… Instrukturnya aja cakep gilaaa, apa ga makin ijo nih mata buat ikutan wkwkwkk…

Selama magang disana aku dapet banyak temen baru karena anak magang disana banyak, cuma diantara seluruh anak magang, aku cuma bisa akrab sama yang beberapa aja. Ntahlah kenapa, aku sih udah cukup ramah dan baik sama semua orang, tapi ga semua bisa seneng sama kita yekaaann. Temen-temenku ini umumnya berasal dari Universitas Sumatera Utara, mereka masuk magang se-geng gitu jadi kalo berteman sama 1 orang otomatis jadi temenan sama 1 gengnya. Ada 11 orang yang dari USU, 9 anak Ilmu Komunikasi angkatan 2012 dan 2013, 2 anak Akuntansi, ada juga sih 1 orang yang masuk geng kita dari salah satu universitas Islam gitu di Medan, tapi aku lupa namanya (maapkeun) aku sih paling akrab sama mereka, kurang begitu akrab sama anak magang yang lain meskipun kenal.

Kita tuh pembuat keributan gitu, bukan bikin masalah, tapi sekedar ribut aja. Kalo makan siang bisa bareng ber-14, kadang ber-15, kadang karna gabung sama anak magang yang lain jadi hampir 20. Udah bisa mendominasi kantin lebih parah dibanding pegawainya wkwkwk. Trus selama makan siang kita cerita-cerita gada habisnya, ketawa ngakak bgt kayak ga peduli orang, dan gegara itu karyawan BI jadi kayak udh langsung ngenalin kita gitu, sebenernya bisa dijadikan salah satu trik untuk meraih popularitas sih, tp kalo bisa jangan diikutin, because we were too young, too dumb to realize we’re not supposed to do that. Di kantin mungkin kami terlihat lack of manner, tapi di tempat kerja masing-masing, kami cukup disenangi kok 😀

Saking riweh dan kompaknya kita sebagai anak magang, kita tuh sampe bikin grup line sendiri yang namanya “PKL Alay” dan bahkan masih aktif sampe sekarang meski udah banyak yang ilang-ilangan karena udah pada punya kesibukan masing-masing. Kita suka pergi makan bareng-bareng keluar kantor, trus lucunya lagi selalu bikin acara perpisahan gitu buat setiap annak magang yang udah kelar, karena meskipun mereka magang se geng tapi awal masuknya beda hari. Acara perpisahannya makan bareng trus foto-foto gitu aja sih sebenernya, tapi kesan pertemanannya kerasa banget, apalagi dibanding mereka semua aku paling kecil sendiri. Meskipun ada yang angkatan 2013 bareng aku, tapi mereka sebenernya lahir 1994 jadi tetep aja kakak-kakak. Agustus 2016 akan jadi 1st Anniversary PKL Alay. Bahkan mereka yang tinggal di Medan masi sering ketemu setelah aku balik kuliah di Semarang.

Cerita tentang rotasi, minggu pertama magang di BI aku ditugasin di bagian Statistika unit Moneter, kerjaannya untuk ngecompare APBD dan RAPBD, ngesync gitu sih, kayak semacam re-check dari dua format yang berbeda untuk ngeliat kesalahan dan perbedaan pencatatan untuk setiap Kabupaten dan Kota di Sumatera Utara. Minggu kedua ane dapet tugas diperpanjang sampe hari Kamis atas permintaan unit Moneter (itu sinyal baik kerjaanku lumayan hasilnya, sukak deh :)) Tapi yang bikin ga betah dan suka merinding disko tuh angka-angka yang di APBD dan kembarannya itu loh. Suka liyeng gitu pala barbie, apalagi Barbie gasuka banyak angka, suka bikin mual, dan User aku yaowoh meskipun pada dasarnya dia adalah tipikal koko Cina-Jawa Ngapak yang baik dan lucu tapi ntah kenapa aku tuh selalu merasa terintimidasi gitu, langsung ngerasa bego dan merinding disko kalo ditanya atau dikasi perintah.

User aku namanya Petrus Elian, anak SBM ITB yang aslinya Purwokerto, awal-awal sih ngerasa gabisa nyaman sama dia, soalnya mukanya suka ga nyantai gt kalo ditanya, padahal pas udah kenal emang dianya kayak gitu pembawaannya wkwkwkkw. Pinter banget orangnya (kayaknya), secara anak SBM ITB dan pernah ke Jerman gitu kayaknya pertukaran atau semacamnya, uweh stalking blognya waktu googling namanya. Abis bikin penasaran. Aku tuh tipikal orang yang percaya kalo setiap manusia punya latar belakang tertentu yang bikin dia bersikap secara tertentu dan percaya sebaik apapun kita, ga semua orang bisa seneng sama kita.

Iri banget sama bang Petrus yang bisa mengecap tanah Jerman dan jalan-jalan ke Prancis (meskipun kabarnya di kecopetan di Prancis, poor you… ), apalagi waktu aku lagi magang yakann, eh dia dapet tugas ke lombok, plis yaaaaa Lombok, surga banget ga tuhh :’)
Setelah stalking blognya dan mengerti orangnya seperti apa, akhirnya aku berani gitu ngajak ngobrol-ngobrol (udah macam pdkt kuliat catatan hari ini, tapi ah syudahlah) dan akhirnya aku sadar kalo emang dia baik, cuma emang bukan tipe yang bisa langsung ramah gitu sama orang yang baru dikenal, dan kerjaan yang dia kasih benar-benar bikin aku paham pencatatan APBD dalam format berbeda, meskipun sekarang udah lupa (if you read this article bang Pet, I’m so sorry, my brain is not as bright as yours).

Back to Topic, hari Jumat minggu kedua akhirnya aku ditempatkan di unit yang aku mau yaitu unit Sumber Daya Manusia, tapi jangan senang dulu, karena aku bukan ditempatkan secara khusus di SDM tapi di logistic yang ngurusin arsip dan sebagainya. Ntah apa yang dilakukan oleh para pendahulu magangku dengan arsip disana, tapi yang jelas, aku ga betah karena ga ngerti apa yang harus dikerjakan dan komando yang kurang jelas dalam pengarsipannya. Aku nyerah.

Minggu ketiga aku ditempatkan di unit Humas untuk bantuin Bu Elly ngebikin rekap absen anak magang, input data untuk pajak pembayaran fee anak magang (oh iya feenya sekitar 35rb/hari ntar dikurang pajak 15%, kalo ga salah), bikin resume berita harian untuk User yang saat itu namanya Kak Gina, tapi denger-denger Kak Gina udah naik jabatan, kurang tau jadi apa, sama jadi messenger lah bisa dibilang (anter-anter memo sama koran, iya koran, cuma ga disuruh bikin kopi, karna bisa bikin sendiri di pantry).

Bu Elly juga seneng sama aku, katanya karena geraknya gercep, bisa dipercaya dan pinter (jangan salahin aku, itu opini Bu Elly), jadi waktu dia cuti, aku diminta tolongin buat handle anak magang dulu, bukan yang susah-susah sih, lebih kayak ngarahin aja, sekalian ganti hari libur di tanggal 20, jadinya aku masuk sampe hari Rabu, tanggal 26 Agustus 2016 dan aku gamau lebih lama dari itu karena mau balik ke rumah sebelum balik lagi ke Semarang di bulan September.

Magang di BI bukan sekedar kerja aja loh, tapi juga dapet ilmu dari acara bedah buku yang diselenggarakan BI untuk anak-anak penerima Beasiswa Bank Indonesia atau yang lebih dikenal sebagai GenBI. Sebagai anak magang yang baik, kami bakal ngebantuin penyelenggaraan acara dan ikut makan serta belajar di setiap acara bedah buku. Bahkan kita pernah ikut nonton acara Debat Bahasa Inggris yang diadain disana, jadi nambah ilmu kan. Lebih senengnya lagi, bisa keluar masuk perpus bebas setiap istirahat, dan bahkan kadang ada yang emang ditugasin di Perpus, that’s heaven for Bookworm 😀

Meskipun banyak senengnya ada juga sebenernya sedihnya, kayak ada anak magang yang tiba-tiba mau ngelabrak karena alasan yang ga jelas padahal salah dia sendiri dan lucunya lagi bermasalahnya bukan ke aku loh, tapi ke Bu Elly -_-  (kalo dipikir-pikir yaaa, mbok yang salah yang dimarahin, masa yang gatau apa-apa yang mau dilabrak), emosi sempet kepancing juga sih kemaren gegara ga salah tapi dituduh dan dianya sok-sok mau ngelabrak tapi untungnya anak-anak Alay siap hadir untuk membesarkan hatiku dan aku ambil jalur birokrasi yang benar untuk masalah ini. Lapor Bu Elly..
wwwkwkwkwkkwkwkwkk…

Banyak banget sebenernya kenangan selama magang di BI dan untuk kali ini ga aku pecah jadi dua part, karena dipecah itu ga enak, buat temen-temen yang berniat untuk cari ilmu sembari di rumah kenapa engga. Cari BI yang ada didaerahmu lewat website bi.go.id , dan urus semua keperluannya, gada kata susah, yang penting niat dan usaha, keep fight guys!

Posted in Uncategorized

MAGANG TRANS 7 (I)

Masa semester VI di Undip menyaratkan mahasiswanya untuk ambil mata kuliah KKP (Kuliah Kerja Praktik) atau yang biasa dikenal sebagai magang kerja. Dua tahun yang lalu kurikullum memberikan syarat waktu KKP 1 bulan, tapi mulai tahun 2013 kurikullum berubah dan mewajibkan KKP 3 bulan (pupuslah harapanku buat wisuda di bulan April). Wisuda di Undip itu ada 4 batch, bulan Januari, April, Juli/Agustus, dan Oktober. Pengen banget bisa wisuda April, berhubung aku lahir di bulan April, jadi kayak punya keinginan lulus kuliah di umur 21 dan mulai bekerja di umur segitu juga. Jadi kalo mau itung udh berapa lama kerja yaaaa jadi ga susah (agak nonsense sih alesannya).

Tapi emang jalan-Nya bukan jalanku yaaa, jadi ternyata aku mesti KKP 3 bulan terhitung mulai bulan Februari sampai awal Mei, karna baru kelar UAS di pertengahan bulan Januari.

Karena aku emang pengen banget ngerasain dunia kerja yang sesungguhnya, bukan cuma sekedar fotokopi atau nganter surat, aku pengen bener-bener belajar hal baru, merasakan pressure nya dunia kerja, sekalian mengukur kemampuan diri, itung-itung persiapan menghadapi dunia kerja yang sesungguhnya ketika ane ntar resmi menjabat predikat “unemployment”  dan buat aku Jakarta menawarkan hal itu.

Perusahaan swasta terutama media emang jadi inceran awalku, mengingat dunia media itu adalah dunianya anak muda yang dinamis dan berkembang secara luarbiasyah yaa. Dan hati aku pun berlabuh di Trans 7.

Manusia yang keras kepala bernama Elin itu sebenernya pengen banget magang di bagian Marketing terutama Advertisement atau Public Relations, tapi takdir berkata lain. Iseng nyari lowongan magang di Twitter terus ga sengaja nemu tweet tentang lowongan magang sebagai staf Recruitment di HRD Trans 7. Kalo ga salah sih itu di bulan Oktober akhir atau awal November gitu. Pikir-pikir kalo ga nyoba apply yaa seakan ngebuang kesempatan gitu, apalagi persyaratannya cuma CV sama foto formal gitu, akhirnya sambil deg-degan aku kirim cv ke salah satu email staf HRDnya (sumpah, ini ga bohong, aku deg-degan, padahal baru ngirim cv, suka lebay emang).

Aku kirim cv ke mba HRD yang namanya Fergina, karena kayak punya feeling aja gituu kalo cewe mungkin bisa punya kedekatan emosional (ntah apa lagi -_-) . CV udah dibenerin, kasi info selengkap-lengkapnya, dan foto paling formal yang ane punya, dan itu ga cakep plis…
Tiba mau klik “Send”, aku kayak berasa ngawang gitu, emang punya panic attack gitu aku, yaudin deh, kirim itu CV sembari berdoa semoga dapet. Meskipun sebenernya ada banyak keraguan gitu.

Beberapa keraguan aku itu terdiri dari kelemahan spasial yang ngebuat aku susah banget yang namanya hapalin jalanan, mengingat ruang, gerak badanku yang suka clumsy kalo lagi panik, pengalaman pertama magang di Jakarta, belom yakin bakal dapet gitu karna yaa namanya juga Trans 7 yaa, iyakali yg apply dikit, biaya hidup Jakarta dan dunia kerja di Jakarta yang ternyata amat sangat keras.

Sekitar seminggu setelah ngirim cv waktu lagi di kampus tetiba aku dapet telpon dari Kak Fergina yang nanyain kapan kira-kira aku available buat magang. Kaget, bingung, seneng, nyampur aduk gitu, apalagi ternyata kak Fergina butuh anak magang untuk bulan Desember, yaah akika sedih lah ya, karena baru available di pertengahan Januari atau awal Februari, berhubung UAS baru diadain awal bulan Januari. Kak Fergina janji bakal hubungin lagi untuk magang di bulan itu, sebenernya aku hopeless. Takut kalo seandainya ga dihubungin lagi, karna banyak banget kasus yang kayak gitu, akhirnya aku ga ngarep banyak sama Trans 7 karna takut kecewa.

Akhirnya aku apply magang di Semarang dan sekitarnya, dan ga berhasil karna pada penuh gitu. Bener-bener putus asa gitu loh akunya, mulai dari BUMN sampe BUMS pada udah penuh gitu kuotanya, apalagi banyak banget temen-temenku yang nanyain gitu magang dimana dan mereka pada udah dapet tempat magang. Takut ga dapet tempat magang akhirnya uweh memanfaatkan yang namanya koneksi. Pernah kenal sama salah satu pejabat di kantor Ind***t karena pernah ngelobby bapaknya buat jadi pembicara di seminar, akhirnya langsung hubungin dia nanya lowongan magang di tempat dia, karena sebelumnya udah berulang kali ga ditanggepin sama mba-mba resepsionis di kantornya. Dan si bapak langsung nyuruh ane ke kantor.

Disinilah gw kesel sama orang Indonesia yang kerja di kantor cabang daerah, sebagai front office kan harusnya mereka menampakkan citra perusahaan yaaaa, tapi kok malah suka sewot-sewot ga jelas, boro-boro ramah, senyum aja kagak. Setelah aku kasitau mau ketemu sama bapak itu eh tetiba jadi baik. Dasaaaarrr…

Singkat cerita si bapak ngasih aku kesempatan gitu kan buat magang disana sesuai dengan waktu aku gitu. Jelas aku bersyukur banget saat itu, udah stres banget mikir tempat magang, temenku yang awalnya janji mau magang bareng aku juga ninggalin aku diam-diam karena mungkin ngerasa ga jelas gitu kalo bareng aku karna ga nemu-nemu, ortu juga udah kesel ngiranya aku emang ga nyari mungkin yaa. Ane menyerah pada keadaan dan mengubur harapn magang di Trans 7. Pulang dari Ind***t aku ke kosan dan cerita sama ortu kalo udah dapet tempat magang, dan disaat yang sama aku dapat telpon yang dinantikan itu…..

Kak Fergina hubungin aku lagi, aku matiin telpon aku sama ibuku dan angkat telpon dari kak Fergina. “Kamu masih available ga Helinsa untuk tgl 18 Januari?” kata Kak Fergina, waaaaahhh gw kaget, terharu, bercampur seneng bukan main gitu, harapan aneeeee plisss.. Menurut agan ane bakal jawab engga? ya gak mungkin lah wkwkwkkw
“Kak, aku ga bisa ngabarin sekarang, karena harus diskusi sama ortu dulu”, kira-kira itulah jawabku waktu itu dan aku bakal ngabarin Kak Fergina kalo udah dapat hasil diskusi dari ortu

Soalnya kan aku baru mengandalkan koneksi dapet magang, masa iyaaaa ninggalin gitu aja, dan biaya hidup Jakarta itu gede, otomatis harus tanya ortu dulu. dan waktu itu Big Boss ane jawab “Gimana kamu? Bisa ninggalin Semarang ga? Kalo bisa yaudah, itu kesempatan yang bagus, bisa jadi tempat belajar yang bagus”, ya ane langsung aja jawab “Saya siap Komandan”.

Detik itu juga aku telpon Kak Fergina dan aku jawab aja kalo aku available tapi di awal Februari tgl 01, karena baru kelar UAS dan masi ada event yang belom kelar. Kak Fergina nyanggupin aku dengan jadwal interview User tgl 22 Januari dengan membawa berkas kelengkapan CV dan surat ijin dari kampus.

Tanggal 20 Januari aku berangkat ke Jakarta dan tinggal di tempat sepupuku sembari persiapan Interview User tgl 22 Januari, jadwalku sebenernya jam 11.30 tapi karena aku ga paham dengan jalanan di Jakarta dan takut nyasar, apalagi macetnya Jakarta yang ampun-ampunan itu, aku gamau telat. Berangkat bareng sama kakak sepupuku jam 07.30 dari Bekasi naik Commuter Line tujuan Bekasi-Manggarai-Cawang, dari Cawang naik Go**k sampe kantor Transmedia.

Aku nyampe sekitar jam 9an lebih lah, nanya-nanya satpam dan resepsionis, nuker KTP sama kartu Visitor trus masuk ke Gedung Menara Bank Mega di lantai 22. And guess what… banyak banget orang disana lagi nunggu gitu, sampe ada kursi tambahan. Setelah tanya satpam dan disuruh nunggu aku iseng nanya ke orang yang lagi pada nunggu, ternyata mereka adalah orang yang dipanggil untuk Interview HRD buat kerja plis bukan magang kayak aku. Lama nunggu dan bosan akhirnya kenalan sama orang-orang yang lagi nunggu giliran interview HRD sambil cerita-cerita gitu. Nunggunya lamaaaaaa aneeet, sampe orang-orang pada keluar makan siang, aku belum juga diinterview padahal yang lain udah pada kelar dan bahkan udah banyak yang pulang. Aku sampe tinggal sendirian.

Pas jam makan siang, ada karyawan yang kasian gitu kayaknya sama aku trus nanya ke orang HRD yang lagi interview (dan ternyata itu User aku ntar di HRD, namanya Kak Nia), “Nia, itu ngapain?” (sambil nunjuk aku gitu), trus Kak Nia jawab “Oh cuma magang”. Ngedenger gitu jawabnya, ane jadi serem sendiri, kata-kata “Cuma Magang” ngebikin aku merinding disko, takut disuruh kerjaan aneh-aneh kayak bikin kopi atau sebagainya dengan alasan “cuma anak magang”. Tapi tetep aku berusaha positive thinking sambil menunggu saatnya tiba, apalagi pas ketemu Kak Fergina, waaah cakep gitu orangnya, ane ngerasa kayak cuma serpihan debu gitu di pelupuk mata, tapi dia orangnya ramah gt, trus nyuruh aku buat nunggu dulu karena Usernya masi sibuk. Dan akhirnya mental uweh kembali lagi ke rutinitas menungguku yang sempet pending karena diajak Kak Fergina ngobrol.

Sekitar jam 1 atau 2 gitu, agak lupa, maafkan sayah yaah, akhirnya aku dipanggil buat Interview User. Kak Nia perkenalan sama aku trus ngasitau Job Desc aku bakalan seperti apa, jam kerjanya kayak apa, peraturan perusahaannya gimana, sambil nanya-nanya gitu kayak keberatan ga kalo harus pindah dari Semarang ke Jakarta, bakal tinggal dimana selama magang, tau info lowongan magang darimana, sama menurut aku kerjaan di Recruitment itu bakal ngapain aja gitu. Lama-lama ngerasa nyaman gitu sama suasana kantornya dan sepertinya ane qualified untuk magang disana. Ga lama sih Interviewnya, sekitar 10 menit. Sempet ngerasa kayak “apaan ya ini, berangkat dari jam berapa, nunggu berapa lama, tapi ternyata interview cuma 10 menit doang” dan disaat itu juga ane bersyukur gitu, ternyata petualangannya para JOBSEEKERS ga mudah. Semangat ya BroSis!

Kak Nia sama Kak Fergina setuju kalo aku magang mulai tanggal 01 Februari 2016 dan aku bakal dibikinin surat pengantar ke kampus kalo udah diterima di Trans 7 atau lebih tepatnya PT Duta Visual Nusantara Tivi Tujuh. Karena udah dapet keputusan diterima magang, aku balik Semarang tgl 24, ngurus keperluan kampus, konsultasi sama ortu dan dosen pembimbing TA dan bersiap lagi untuk menyambut Jakarta di tanggal 29 Januari 2016.  Mulai saat itu petualangan baru pun berlanjut.